Kanada Gugur Dibantai Maroko 3-0, Jesse Marsch: Kami Tim yang Lebih Baik!

Kanada Gugur Dibantai Maroko 3-0, Jesse Marsch: Kami Tim yang Lebih Baik!

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 5 Juli 2026 – 06:08 WIB

Pelatih Kanada Jesse Marsch bersikeras menyebut timnya bermain lebih baik meski menelan kekalahan telak 0-3 dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Getty images)

Pelatih Kanada Jesse Marsch bersikeras menyebut timnya bermain lebih baik meski menelan kekalahan telak 0-3 dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Getty images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Laju tuan rumah Kanada di Piala Dunia 2026 harus terhenti secara menyakitkan di babak 16 besar usai takluk 0-3 dari Maroko, Sabtu (4/7) waktu setempat. Namun, kekalahan telak tersebut tak menyurutkan kebanggaan pelatih Tim Nasional Kanada, Jesse Marsch, yang secara mengejutkan bersikeras bahwa anak asuhnya bermain jauh lebih baik ketimbang sang lawan.

Dua gol dari gelandang Azzedine Ounahi dan satu gol penutup dari pemain pengganti Soufiane Rahimi di Houston sukses mengantarkan Maroko melangkah ke perempat final.

Meski skor akhir tampak mencolok, Kanada sejatinya tampil mendominasi di babak pertama dan menciptakan sejumlah peluang emas lewat Jonathan David dan Tani Oluwaseyi, sebelum akhirnya Maroko memecah kebuntuan pada menit ke-50.

Marsch: “Saya Lebih Memilih Menjadi Kami Daripada Mereka”

Berbicara di pinggir lapangan seusai pertandingan, Marsch memberikan pujian setinggi langit atas filosofi permainan menyerang yang ditunjukkan oleh timnya.

“Betapa besar keistimewaan yang dimiliki para penggemar kami, bisa mendukung tim seperti ini,” ungkap Marsch. “(Sebuah tim) yang mengejar jalannya pertandingan, yang tidak bermain defensif, yang menunjukkan bahwa mereka bisa tampil lebih baik.”

“Tentu saja kami harus lebih sering berada dalam situasi ini, dan kemudian kami harus menemukan cara untuk meraih kesuksesan dan membangun dari sana. Saya lebih memilih menjadi kami (Kanada) daripada mereka. Sehebat apa pun Maroko, saya lebih memilih menjadi kami,” tegas mantan pelatih Leeds United tersebut.

Marsch menilai anak asuhnya menunjukkan performa luar biasa, terutama di babak pertama, dan hanya kurang beruntung dalam penyelesaian akhir. “Pada hari yang berbeda, mungkin kami yang unggul dan memenangkan laga. Namun, dari cara kami menekan, cara kami bermain di pertandingan, kualitas yang kami tunjukkan… Kami lebih baik. Kami lebih baik dari tim peringkat tujuh dunia hari ini.”

Respons Menohok Pelatih Maroko

Klaim sepihak Jesse Marsch tersebut langsung memicu reaksi dari kubu lawan. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mempertanyakan dasar argumen Marsch yang menyebut Kanada sebagai tim yang lebih baik.

“Dalam hal intensitas, (Kanada) memang bagus,” ujar Ouahbi. “Apakah mereka lebih baik? Sulit untuk mengatakannya. Butuh nyali besar untuk mengatakan hal tersebut ketika Anda kalah 3-0. Kami jauh lebih baik dari mereka di babak kedua.”

Absennya Alphonso Davies dan Rekor Kanada

Di balik kekalahan ini, Kanada harus tampil tanpa bintang utama mereka, Alphonso Davies. Pemain sayap andalan tersebut sempat bermain selama 15 menit di babak 32 besar, namun terpaksa diparkir saat melawan Maroko karena masalah kebugaran.

“Ia sedang dalam masa pemulihan cedera hamstring,” jelas Marsch. “Prosesnya berjalan sangat baik hingga dua hari yang lalu, ia merasakan sesuatu. Ternyata itu bukan hal yang serius, tetapi ia merasa tidak nyaman dan kami tidak ingin memaksakannya.”

Kendati harus tersingkir, Kanada tetap patut pulang dengan kepala tegak. Mencapai babak 16 besar merupakan pencapaian terbaik tuan rumah Kanada sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, setelah sebelumnya selalu gugur di fase grup pada edisi 1986 dan 2022.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today