Demi Kejar Target 3 Juta Rumah, Maruarar Dorong Perbankan Permudah Syarat KPR MBR

Demi Kejar Target 3 Juta Rumah, Maruarar Dorong Perbankan Permudah Syarat KPR MBR

Reyhaanah Medium.jpeg

Senin, 6 Juli 2026 – 22:00 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) dalam peluncuran optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Gedung Menara Radius Prawiro, Jakarta, Senin (6/7/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) dalam peluncuran optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Gedung Menara Radius Prawiro, Jakarta, Senin (6/7/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meminta industri perbankan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), guna mendukung percepatan program pembangunan tiga juta rumah.

Menurut Maruarar, masyarakat berpenghasilan rendah harus diberi kesempatan lebih besar untuk memperoleh kredit perumahan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyalurannya.

“Saya datang ke OJK sudah enam kali untuk memperjuangkan supaya masyarakat berpenghasilan rendah bisa diberikan akses. Jangan ditutup aksesnya,” kata Maruarar dalam peluncuran optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Gedung Menara Radius Prawiro, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menilai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengoptimalkan SLIK merupakan langkah yang berpihak kepada masyarakat kecil, karena dapat mempercepat proses penyaluran kredit, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi.

Maruarar juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai mendukung masyarakat berpenghasilan rendah, seperti pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga peningkatan kuota rumah subsidi.

Menurut dia, seluruh kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya berharap ada diskresi-diskresi dari negara. Tapi untuk siapa? Untuk yang miskin, untuk yang lemah,” ujarnya.

Meski mendorong perluasan akses pembiayaan, Maruarar menegaskan penyaluran kredit tetap harus dilakukan secara prudent atau berhati-hati.

“Saya rasa perbankan sudah mendapatkan pesan yang sangat kuat. Ada diskresi kebijakan yang sangat kuat. Tentu dengan kehati-hatian, tentu dengan prudent. Tapi keberpihakan harus jelas,” kata dia.

Maruarar berharap sinergi pemerintah, OJK, dan industri perbankan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menyukseskan program pembangunan tiga juta rumah.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today