Rekor tak Terkalahkan Lamine Yamal, Sukses Matikan Mbappe di 9 Duel

Rekor tak Terkalahkan Lamine Yamal, Sukses Matikan Mbappe di 9 Duel

Wonderkid andalan Tim Nasional Spanyol, Lamine Yamal, sukses dalam duel head-to-head melawan kapten Prancis, Kylian Mbappe dalam kekalahan meyakinkan 0-2 yang dialami Tim Nasional Prancis dari Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026.

Yamal sendiri tengah berada dalam performa magis. Ia belum pernah tersentuh kekalahan saat tampil sebagai starter di laga kompetitif bersama Spanyol, dan bahkan tampil dominan saat mematikan pergerakan Kylian Mbappe (unggul dalam 9 dari 11 duel) di babak semifinal. Namun, sang winger memilih untuk tetap membumi dan menegaskan bahwa membawa pulang trofi Piala Dunia adalah satu-satunya objektif utama yang paling penting.

Seiring dengan kemenangan terbaru Spanyol atas Prancis ini, tim yang diperkuat oleh Lamine Yamal kini mencatatkan rekor sempurna 6-0 sepanjang masa dalam pertandingan fase gugur (knockout) melawan tim yang dibela oleh Kylian Mbappe.

Lebih jauh lagi, jika turut memperhitungkan laga di luar fase gugur, Yamal unggul telak dengan rekor kemenangan 9-2 atas Mbappe. Kesuksesan luar biasa ini tidak hanya terjadi di panggung turnamen internasional, tetapi juga meluas ke level klub, yang mencakup duel panas El Clasico di La Liga antara Barcelona (Yamal) melawan Real Madrid (Mbappe).

Bukan Sekadar Duel Individu

Tentu saja, menyimpulkan bahwa rentetan kemenangan ini murni karena Yamal menaklukkan Mbappe seorang diri adalah pandangan yang terlalu menyederhanakan masalah. Sepak bola bukanlah olahraga individu melawan individu.

Faktor yang lebih masuk akal untuk diperdebatkan adalah bahwa dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Yamal biasanya bermain untuk tim dengan sistem yang bekerja lebih baik secara keseluruhan dibandingkan tim yang dibela Mbappe. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa bintang muda Spanyol itu bisa menikmati kesuksesan yang begitu dominan.

Menanti Skenario Sempurna di Final

Sebelum mimpi Yamal bisa terwujud di atas lapangan hijau, ada rintangan besar yang harus dilewati. Argentina harus terlebih dahulu menyingkirkan perlawanan sengit Timnas Inggris—yang tengah dalam performa impresif dan pantang menyerah—di babak semifinal.

Jika skenario final Spanyol vs Argentina ini benar-benar terjadi, laga tersebut akan terasa sangat puitis. Yamal akan berhadapan langsung dengan legenda terbesar Barcelona tersebut di usia yang sama dengan usia Messi saat pertama kali melakoni debutnya di Piala Dunia 2006 silam.

Di sisi lain, Messi dan skuad La Albiceleste saat ini tengah menunggangi rekor mengerikan dengan 12 kemenangan beruntun. Mereka berambisi mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang mampu meraih gelar juara dunia back-to-back (berturut-turut) sejak Brasil melakukannya pada era Pele di tahun 1962.

Visited 3 times, 3 visit(s) today