Tak Lagi Dikuasai Belanja Online, Transaksi Cashless Fisik Kini Capai 69 Persen

Tak Lagi Dikuasai Belanja Online, Transaksi Cashless Fisik Kini Capai 69 Persen

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 27 Juli 2026 – 21:14 WIB

Bergeser jadi bagian gaya hidup harian, metode pembayaran digital kini lebih banyak digunakan di warung dan gerai fisik. Waspadai pengeluaran jajan receh yang menumpuk. (Foto: OVO)

Bergeser jadi bagian gaya hidup harian, metode pembayaran digital kini lebih banyak digunakan di warung dan gerai fisik. Waspadai pengeluaran jajan receh yang menumpuk. (Foto: OVO)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tren pembayaran digital (cashless) di Indonesia kini tak lagi didominasi oleh transaksi belanja daring (online). Data terbaru dari platform pembayaran OVO menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang masif menuju transaksi fisik (offline) di toko, gerai, maupun warung konvensional.

Pada tahun 2021, sebanyak 68 persen transaksi OVO masih terjadi di platform online. Namun, angka tersebut berbalik drastis pada tahun 2025, di mana porsi transaksi offline mendominasi hingga 69 persen. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kategori makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) yang meroket hingga 590 persen dalam kurun waktu 2021–2025.

Bahkan, per Mei 2026, transaksi QRIS OVO pada kategori F&B didominasi oleh transaksi bernominal kecil atau yang kerap disebut “jajan receh”. Rata-rata pengguna melakukan transaksi hampir delapan kali per bulan untuk membeli jajanan populer seperti pentol, nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi kekinian.

Tingginya frekuensi jajan ini menimbulkan tantangan baru bagi kesehatan finansial. Secara psikologis, kemudahan transaksi memindai kode (scan QRIS) menghilangkan efek pain of paying atau rasa berat akibat kehilangan uang secara fisik. Transaksi digital yang mulus (seamless) kerap membuat uang menjadi “tidak terlihat”, memicu pengguna berbelanja secara impulsif.

Menyikapi fenomena tersebut, Perencana Keuangan tersertifikasi sekaligus Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, S.T., MBA., CFP®, QWP®, membagikan jurus “Atur, Aman, dan Awasi” agar masyarakat bisa tetap jajan cerdas tanpa membuat dompet kering.

“Masyarakat tetap bisa menikmati kemudahan pembayaran digital dan memanfaatkan promo, selama hal itu dilakukan dengan prinsip mindful spending atau belanja secara sadar,” jelas Melvin dalam diskusi OVOFinTalk, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Trik Jitu: Atur, Aman, dan Awasi

Berikut adalah tiga langkah cerdas mengelola keuangan di era cashless menurut pakar finansial:

Atur (Pisahkan Bujet): Di era digital, transaksi kecil sering terasa ringan namun bisa menumpuk tanpa disadari. Pengguna wajib memisahkan alokasi uang untuk kebutuhan pokok dan uang jajan. Terapkan batasan isi ulang (limit top up) mingguan di dompet digital (e-wallet) agar pengeluaran non-esensial lebih terukur.

Aman (Waspada Promo dan Penipuan): Selain menjaga kerahasiaan PIN dan OTP dari modus penipuan, pengguna juga harus mengamankan diri dari jebakan impulsif. Promo dan cashback harus dimanfaatkan untuk pembelian yang memang telah direncanakan, bukan sebagai dalih untuk menambah pengeluaran yang tidak perlu.

Awasi (Cek Riwayat dan Menabung): Evaluasi pola pengeluaran secara berkala dengan mengecek daftar riwayat transaksi. Kebiasaan ini membantu pengguna menyadari kategori jajanan mana yang paling menguras kantong.

Sejalan dengan pilar pengawasan dan menabung, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Asep Haekal, menjelaskan bahwa ekosistem dompet digital kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bayar, tetapi juga instrumen tabungan.

Hadirnya fitur OVO Nabung by Superbank memungkinkan pengguna menggunakan saldo untuk transaksi harian sekaligus mendapatkan manfaat bunga tabungan hingga 5 persen per tahun. Layanan yang mengintegrasikan kemudahan e-wallet dan bank digital ini tercatat telah menjaring lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Juni 2026.

“Dengan memanfaatkan riwayat transaksi dan fitur menabung digital, dompet digital dapat membantu pengguna membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat,” pungkas Asep Haekal.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today