Perjuangan Terakhir Trisno Pas Band: Tolak Berobat saat Ginjal Tinggal 5 Persen

Perjuangan Terakhir Trisno Pas Band: Tolak Berobat saat Ginjal Tinggal 5 Persen

Dunia musik Tanah Air kembali diselimuti duka. Bassist Pas Band, Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026). Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemar yang telah mengikuti perjalanan kariernya selama puluhan tahun.

Kabar wafatnya Trisno pertama kali disampaikan oleh rekan satu bandnya, Sandy Andarusman, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sandypasband_. Dalam unggahan tersebut, Sandy mengungkapkan bahwa Trisno mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat ditemui di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Sandy masih tampak berduka. Dengan suara bergetar, ia menceritakan bagaimana kondisi kesehatan Trisno terus menurun hingga akhirnya berpulang.

Kondisi Trisno Mulai Menurun 

Menurut Sandy, sekitar dua minggu sebelum meninggal dunia, personel Pas Band mendapat kabar bahwa Trisno jatuh sakit di tempat kosnya. Saat itu, ia mengeluhkan sakit kepala yang tak kunjung reda.

Sayangnya, Trisno dikenal sebagai sosok yang enggan memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter. Ia lebih memilih menahan rasa sakit dan mengonsumsi obat sendiri, meski teman-temannya sudah mulai khawatir melihat kondisinya.

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Dua minggu yang lalu temen-temen PAS Band dapet kabar Trisno di kosannya dia sakit, kepalanya pusing katanya. Dan seperti biasa, dia kan nggak mau periksa kesehatan, ya semua dirasain sendiri. Tapi kita khawatir karena sudah beberapa bulan ini almarhum memang sudah nggak fresh lagi, ada sesuatu yang salah di badannya. Minum obat terus, bahkan sudah ada indikasi gangguan di liver juga. Kakinya juga sudah mulai bengkak,” ungkap Sandy.

Ginjal Tinggal Berfungsi 5 Persen

Melihat kondisi Trisno yang semakin mengkhawatirkan, Sandy dan rekan-rekannya beberapa kali meminta sang bassist menjalani pemeriksaan medis. Mereka bahkan menduga pembengkakan pada kaki berkaitan dengan gangguan ginjal.

Namun, ajakan tersebut sempat ditolak oleh Trisno. Setelah dibujuk berkali-kali, ia akhirnya bersedia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

Hasil diagnosis dokter pun membuat semua orang terkejut. Trisno diketahui mengalami gagal ginjal dengan fungsi organ yang tersisa hanya sekitar lima persen.

“Beberapa kali saat kita manggung saya sudah ingetin, ‘Bro coba cek ginjal deh’. Kebetulan ayah saya juga meninggal karena ginjal. Waktu mau dibawa ke rumah sakit dia nggak mau, ngelawan. Akhirnya setelah kita berusaha keras, dia mau diperiksa. Dua minggu lalu kita bawa ke rumah sakit dan ternyata diketahui gagal ginjal. Sudah tinggal 5 persen,” tutur Sandy.

Jalani Operasi Pembuluh Darah Otak

Tak hanya mengalami gagal ginjal, pemeriksaan lanjutan juga menemukan dua penyumbatan pembuluh darah di kepala Trisno. Dokter menyebut kondisi tersebut berisiko memicu stroke apabila tidak segera ditangani.

Tim medis kemudian memutuskan untuk melakukan operasi pada salah satu bagian kepala Trisno. Operasi berjalan dengan baik, tetapi proses pemulihannya tidak mudah.

Menurut Sandy, setelah tindakan operasi, Trisno beberapa kali mengalami kejang. Meski begitu, ia dan sahabat-sahabatnya terus memberikan semangat agar sang bassist bisa pulih.

“Yang bikin lebih parah lagi adalah ada dua sumbatan di kepalanya, sumbatan pembuluh darah yang kalau dibiarkan bisa mengarah ke stroke. Menurut dokter harus dioperasi. Akhirnya dioperasi satu di bagian kanan kepala. Operasinya berhasil, tapi efeknya jadi kejang-kejang. Beberapa kali waktu saya nengok, saya ajak ngomong, ‘Ayo Bro sembuh, sembuh’,” kenang Sandy.

Perjuangan Trisno melawan penyakit akhirnya harus berakhir pada Sabtu (1/8/2026). Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia, terutama bagi keluarga besar Pas Band yang telah bersama menorehkan perjalanan panjang di dunia musik Tanah Air.

Visited 2 times, 2 visit(s) today