Duka Sandy Pas Band Lepas Kepergian Trisno: Tak Ada Lagi yang Nanya Mal Sebelum Manggung

Duka Sandy Pas Band Lepas Kepergian Trisno: Tak Ada Lagi yang Nanya Mal Sebelum Manggung

Sabtu, 1 Agustus 2026 – 23:11 WIB

Trisno (kaca mata hitam) saat menjalankan ibadah ke Tanah Suci bersama para personel Pas Band. (Foto: Dok. Sandy Pas Band)

Trisno (kaca mata hitam) saat menjalankan ibadah ke Tanah Suci bersama para personel Pas Band. (Foto: Dok. Sandy Pas Band)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepergian bassist Pas Band, Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, meninggalkan duka mendalam bagi panggung musik Tanah Air. Bagi para personel yang telah puluhan tahun berbagi panggung, kepulangan Trisno bukan sekadar kehilangan rekan bermusik, melainkan juga saudara seperjuangan.

Perasaan kehilangan itu dirasakan betul oleh drummer Pas Band, Sandy Andarusman. Saat ditemui di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026), Sandy mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang sangat jujur, apa adanya, dan tak pernah berpura-pura.

“Bro itu orangnya jujur. Jujur banget. Kalau dia suka banget dengan panggung itu, dia akan tos sama saya setiap kali selesai manggung. Tapi kalau misalnya permainan saya lagi nggak benar, dia bakal bilang dan marah. Dari situ saya tahu, ‘Oh, sorry’,” kenang Sandy.

Chemistry Kuat dan Rebutan Gorengan saat Soundcheck

Hubungan emosional antara drum dan bass dalam sebuah band memang sangat vital. Hal itu pula yang dirasakan Sandy sejak pertama kali bergabung dengan Pas Band pada tahun 2000. Menurutnya, chemistry di antara keduanya terbangun secara alami di atas panggung.

“Saya kan drummer, dia bassist. Ibaratnya kawin gitu. Kalau saya lagi main enak, dia selalu senyum ke saya di panggung,” tuturnya.

Di luar urusan performa, Sandy juga menyebut almarhum sosok yang sangat menghargai proses teknis. Berbeda dari kebanyakan musisi kawakan, para personel Pas Band selalu turun langsung saat melakukan soundcheck tanpa menyerahkannya sepenuhnya kepada tim kru.

“Ribuan panggung saya laluin sama Trisno dari tahun 2000. Kita kalau soundcheck selalu turun langsung, enggak pernah diserahin ke kru. Dari situ banyak cerita, sampai momen berebut gorengan,” tambah Sandy.

Kebiasaan Unik ‘Anak Mal’ yang Kini Tinggal Kenangan

Di balik gayanya yang berjiwa rock n’ roll dan cenderung pendiam, Trisno ternyata memiliki kebiasaan unik yang selalu mengundang tawa rekan-rekannya setiap kali melakoni tur luar kota.

Sandy menceritakan, hal pertama yang kerap ditanyakan Trisno saat tiba di suatu kota bukanlah soal fasilitas panggung, melainkan keberadaan pusat perbelanjaan atau minimarket.

“Dia itu anak mal banget. Setiap mau manggung ke kota mana pun, dia selalu nanya, ‘Ada mal nggak?’ Kalau nggak ada, dia tanya lagi, ‘Ada minimarket nggak?’ Buat dia itu kayak oksigen. Cuma sekadar beli sesuatu gitu dia udah bahagia banget,” ungkap Sandy.

Kini, kebiasaan sederhana itu menjadi hal yang paling dirindukan oleh Sandy dan seluruh keluarga besar Pas Band.

“Dan sekarang nggak akan ada lagi orang yang nanyain mal. Nggak akan ada lagi yang nanyain minimarket kalau mau manggung,” ucapnya pilu.

Dimakamkan di TPU Cikutra Bandung

Trisno mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (1/8/2026) pukul 14.30 WIB di RS Hermina Bandung dalam usia 56 tahun, setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat penyakit gagal ginjal.

Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Babakan Garut No. 406/120, Laswi, Bandung.

Pihak keluarga dijadwalkan mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Bandung.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today