Viral! Curhat SPG GIIAS 2026 Direkam Diam-diam, Tiba-tiba Jadi Konten “Cara Deketin Cewek”

Viral! Curhat SPG GIIAS 2026 Direkam Diam-diam, Tiba-tiba Jadi Konten “Cara Deketin Cewek”

Konten seorang influencer yang dibuat di ajang GIIAS 2026 mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Seorang usher atau SPG yang bertugas di salah satu booth mobil mengaku dirinya dijadikan objek utama konten tanpa persetujuan, lalu videonya diunggah dengan narasi “cara deketin cewe.”

Curahan hati tersebut diunggah melalui akun Threads @leonnyluhendo dan langsung menuai simpati dari banyak warganet. Sang usher mengaku baru mengetahui dirinya direkam setelah video tersebut beredar di media sosial.

Dalam unggahannya, perempuan yang bekerja sebagai freelancer di GIIAS 2026 itu menceritakan bahwa awalnya dua orang kreator konten menghampiri booth tempatnya bertugas. Mereka bertanya mengenai spesifikasi mobil, lalu memuji kemampuannya menjelaskan produk.

Setelah percakapan mengenai kendaraan selesai, keduanya mulai menanyakan identitas pribadi seperti nama dan usia. Karena mengira percakapan itu biasa, ia tetap menjawab dengan sopan.

Namun belakangan ia baru menyadari bahwa selama percakapan berlangsung dirinya ternyata direkam. Bahkan, menurut pengakuannya, salah satu kamera yang digunakan diduga disembunyikan di kacamata sehingga ia tidak menyadari sedang menjadi fokus perekaman.

Di akhir percakapan, salah satu kreator sempat memperlihatkan ponsel yang sedang merekam dari belakang. Saat itu ia mengira kamera hanya diarahkan ke area booth dan mobil yang dijaganya, sesuatu yang memang lazim dilakukan selama pameran berlangsung.

Beberapa waktu kemudian, ia justru menerima kiriman video yang menampilkan dirinya sebagai objek utama dengan narasi “cara deketin cewe di pameran.” Merasa tidak nyaman, ia langsung menghubungi kreator tersebut melalui pesan pribadi dan meminta agar video tersebut dihapus.

Merasa Hak Privasinya Dilanggar, Singgung Dugaan Permintaan Uang

Menurut pengakuannya, tidak pernah ada persetujuan sejak awal bahwa dirinya akan dijadikan konten secara personal. Ia juga mengaku tidak diberi tahu mengenai konsep video maupun penggunaan kamera tersembunyi yang disebut dipasang di kacamata.

“Di sini tidak ada persetujuan diawal kalau yg dibuat konten itu adalah aku perorangan, mereka juga tidak menunjukan diawal konten apa yg mereka buat, mereka juga tidak memberitahukan bahwa mereka memakai KAMERA YANG ADA DIKACAMATANYA untuk merekam aku dari depan,” tulisnya.

Saat meminta video diturunkan, ia mengaku mendapat jawaban bahwa proses perekaman dilakukan di ruang publik sehingga dianggap tidak bermasalah.

“Setelah aku men-DM untuk meminta mentakedown videonya, konten kreator ini tidak mau dengan alasan public space jadi bebas. Kalau memang isi video mereka tentang crowd atau mereka sedang memvideo diri mereka sendiri tetapi aku secara tidak sengaja masuk ke dalam videonya, menurut aku alasan itu baru masuk akal,” jelasnya.

Namun, ia menilai alasannya berbeda karena dirinya merupakan objek utama video, bukan sekadar orang yang kebetulan melintas di lokasi pengambilan gambar.

Tak hanya itu, ia turut mengungkap dugaan bahwa beberapa usher lain yang meminta agar video tidak diunggah justru diminta membayar sejumlah uang sebagai pengganti biaya produksi konten. Dugaan tersebut pun memicu reaksi keras dari warganet.

“Bahkan teman-teman aku sesama usher yang meminta mereka untuk tidak mempost video mereka malah DIMINTAI SEJUMLAH UANG (pemerasan kah?)” ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan video yang menampilkan dirinya dan rekan-rekannya kini sudah berhasil diturunkan dari media sosial. Untuk langkah selanjutnya, ia masih mempertimbangkan bersama orang-orang terdekatnya, terlebih setelah mengaku mendengar kabar bahwa pihak terkait berencana melayangkan somasi.

Sosok Influencer Dikejar Warganet

Walau tidak pernah menyebut nama secara langsung, banyak warganet menduga influencer yang dimaksud adalah akun @ebemartono.

Pihak yang diduga sebagai kreator konten tersebut kemudian mengunggah pembelaan melalui Threads. Ia membagikan sejumlah bukti interaksi saat proses pembuatan video berlangsung di area GIIAS.

Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa proses pengambilan gambar dilakukan di area publik yang ramai. Ia juga mengklaim ada beberapa orang lain yang mengetahui dirinya sedang merekam, bahkan sempat tersenyum dan tidak menyampaikan keberatan.

“2 sosok orang yang udah diinfo lagi dikontenin, direkam, ketawa-ketawa, senyum dan tidak ada complain saat lagi direkam,” tulisnya di Threads.

Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai apakah persoalan ini akan berlanjut ke jalur hukum atau dapat diselesaikan secara baik-baik.

Visited 1 times, 1 visit(s) today