Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengakui penampilan buruknya pada MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026), sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya. Marquez menegaskan tidak mengalami masalah berarti pada motor maupun ban, tetapi gagal menemukan kecepatan yang dibutuhkan untuk bersaing di barisan depan.
Marquez mengakhiri balapan di posisi ketujuh setelah sempat berada di urutan ketiga pada lap pertama. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi ambisinya di klasemen MotoGP setelah sebelumnya tampil impresif sebelum jeda musim panas.
Marquez: Masalahnya Ada pada Saya
Marquez mengakui Ducati Desmosedici miliknya bekerja dengan baik sepanjang balapan. Begitu pula dengan ban yang menurutnya tidak mengalami penurunan performa secara signifikan.
Ketika ditanya penyebab dirinya gagal finis lebih tinggi, juara dunia enam kali itu memberikan jawaban singkat.
“Myself (saya sendiri),” kata Marquez.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak mampu menemukan cara untuk meningkatkan performa meski kondisi motor dan ban berjalan normal.
“Motornya bekerja dengan baik, bannya juga bekerja dengan baik. Ban bekerja lebih baik untuk semua orang. Hal baiknya, kami tidak mengalami penurunan yang besar. Saya mengelolanya dengan baik pada lap-lap awal,” ujar Marquez.
Menurutnya, performa ban bahkan masih memungkinkan pembalap melaju cepat pada lap-lap terakhir.
“Hari ini, saya tidak bisa menemukan cara untuk menjadi lebih baik. Posisi ketujuh adalah sesuatu yang sebenarnya sudah bisa kami perkirakan di atas kertas. Hasil optimistis adalah lima besar, tetapi kami tidak mampu mengelolanya dengan cara terbaik,” tuturnya.
Silverstone Jadi Tantangan untuk Marquez
Silverstone memang bukan sirkuit yang paling cocok dengan gaya balap Marquez. Pembalap asal Spanyol itu sebelumnya mengakui karakter lintasan tersebut memiliki sejumlah bagian yang tidak sesuai dengan gaya berkendaranya.
Dalam kondisi normal, Marquez biasanya mampu menutupi kelemahan tersebut dengan kecepatan di sektor lain. Namun, cedera bahu yang masih dalam proses pemulihan membuatnya tidak bisa memaksakan gaya balap seperti sebelumnya.
Ketika ditanya apakah cedera atau karakteristik sirkuit menjadi faktor utama, Marquez memilih tidak memberikan jawaban spesifik.
“Itulah yang saya miliki dan saya harus mengelolanya,” katanya.
Marquez juga mengakui dirinya masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal konsistensi ketika menjalani balapan penuh. Ia merasa performanya dalam satu lap sudah mengalami perkembangan, tetapi belum mampu menerjemahkannya menjadi kecepatan yang sama sepanjang lomba.
“Sekarang, ini pertama kalinya saya bisa berkendara dengan baik saat time attack, tetapi daya tahan adalah bagian yang harus saya tingkatkan. Kita lihat nanti,” ujarnya.
Turun ke Posisi Keempat Klasemen
Hasil di Silverstone membuat posisi Marquez di klasemen sementara MotoGP 2026 kembali turun. Sebelum jeda musim panas, Marquez sempat menghidupkan kembali peluang juara setelah meraih tiga kemenangan grand prix dalam empat balapan.
Rangkaian hasil tersebut mengantarkannya ke posisi ketiga klasemen. Namun, hasil kurang maksimal di Inggris membuatnya turun ke peringkat keempat.
Marquez kini tertinggal 40 poin dari pembalap Aprilia, Jorge Martin, yang berada di puncak klasemen.
Marquez Tak Mau Panik
Meski peluangnya dalam perebutan gelar kembali menghadapi tekanan, Marquez menegaskan tidak memiliki alasan untuk panik.
Ia mengatakan target utamanya tetap menikmati balapan dan memberikan performa terbaik. Baginya, kegagalan meraih gelar juara dunia tidak akan mengubah kehidupannya di luar lintasan.
“Tidak, karena semuanya tergantung pada tujuan Anda. Tujuan saya adalah menikmati berada di atas motor.”
Marquez mengakui gelar juara dunia tetap menjadi ambisinya. Namun, ia tidak ingin mengambil risiko berlebihan hanya demi mengejar poin.
“Ya, tujuannya adalah memenangkan gelar. Tetapi jika tidak, itu tidak akan mengubah kehidupan saya di masa depan,” katanya.
Ia menegaskan pendekatannya tidak akan berubah meski persaingan menuju gelar semakin ketat.
“Ambisi saya tetap sama. Cara menghadapi akhir pekan balapan juga sama, tetapi selalu realistis dan tidak terburu-buru,” ujar Marquez.
Dengan masih banyak seri tersisa, Marquez memilih menjadikan hasil buruk di Silverstone sebagai bahan evaluasi. Ia tidak ingin satu akhir pekan yang mengecewakan mengubah strategi dalam perburuan gelar MotoGP 2026.












