Misteri 2 Orang yang Disebut Temani Sutrimo Kembali ke Jakarta Usai Rumah Eks Jampidsus Digeledah

Misteri 2 Orang yang Disebut Temani Sutrimo Kembali ke Jakarta Usai Rumah Eks Jampidsus Digeledah

Misteri kematian Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, kembali memunculkan fakta baru. Sebelum ditemukan meninggal dalam kondisi mulut berbusa di sebuah klinik di Jakarta Selatan, Sutrimo disebut sempat pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah.

Saat berada di Banyumas, Sutrimo diduga diminta kembali ke Jakarta. Menurut keterangan yang diterima keluarga, tiket perjalanan hingga uang untuk kepulangannya disebut telah disiapkan. Sutrimo juga disebut akan ditemani dua orang dari Stasiun Purwokerto.

Informasi tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, berdasarkan keterangan pihak keluarga.

“Dia pulang pada saat sehari setelah penggeledahan. Memang disuruh pulang sama bosnya (Febrie Adriansyah) katanya,” kata Aan saat dihubungi wartawan seperti dikutip, Selasa (11/8/2026).

Aan mengatakan Sutrimo pulang ke Banyumas sehari setelah rumah Febrie digeledah tim gabungan kepolisian pada 8 Juli 2026.

Saat berada di kampung halaman, Sutrimo disebut mendapat telepon dari Febrie yang memintanya kembali ke Jakarta. Sutrimo kemudian menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki uang untuk membeli tiket.

Menurut keterangan yang diterima Aan, Febrie kemudian mengatakan tiket sudah disiapkan dan uang telah ditransfer. Sutrimo juga disebut akan ditemani dua orang dari Stasiun Purwokerto.

“Nah dia pulang memang ditelepon sama Pak Febrie. Pengakuan dari salah satu saksi, bosnya telepon. Intinya, ‘kamu pulang saja (ke Jakarta), karena aku ini lagi kalau mau cerita sama siapa’ gitu. Sutrimo menyampaikan, ‘saya nggak punya uang, Bos’. Lalu dijawab ‘tiket sudah disiapkan, uang sudah ditransfer, dan nanti kamu ditemani dua orang dari Stasiun Purwokerto’,” ujarnya.

Sutrimo disebut telah kembali ke Jakarta sebelum 19 Juli 2026. Namun, keluarga belum dapat memastikan tanggal kepulangannya karena sebagian riwayat percakapan WhatsApp di ponsel keluarga telah hilang.

“Pokoknya sebelum tanggal 19, 18 atau 19, saya nggak pasti karena saya lihat WA-nya mulai 19,” jelas Aan.

Siapa Dua Orang yang Menemani Sutrimo?

Keberadaan dua orang yang disebut menemani Sutrimo dari Stasiun Purwokerto ke Jakarta kini menjadi salah satu informasi yang ingin diketahui keluarga.

Aan mengatakan keluarga belum mengetahui identitas maupun tujuan kedua orang tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, keduanya disebut berasal dari Cilacap.

“Bilangnya orang dari Cilacap. Entah orang dari Cilacap itu orang mau kerja di Jakarta bersamaan, kita enggak tahu,” katanya.

Keluarga juga belum mengetahui secara pasti jumlah orang yang bekerja di rumah Febrie. Namun, Aan memperkirakan terdapat sejumlah pekerja berdasarkan foto yang sempat dikirim Sutrimo kepada keluarganya.

Dalam salah satu foto yang dikirim pada 23 Juli, terlihat sejumlah sepeda motor di sekitar lokasi. Aan menduga kendaraan tersebut merupakan milik para pekerja.

“Di foto yang dikirim itu ada motor-motor pegawainya juga. Jadi pasti banyak orang,” ujarnya.

Jejak WA Sutrimo hingga 23 Juli

Riwayat percakapan WhatsApp yang masih tersisa kini menjadi salah satu petunjuk bagi keluarga untuk mengetahui aktivitas Sutrimo setelah kembali ke Jakarta.

Dalam percakapan pada 19-23 Juli 2026, Sutrimo disebut masih berkomunikasi secara normal dengan keluarganya. Ia bahkan masih mengirim foto aktivitasnya saat berada di sekitar rumah Febrie.

“Yang dia tunjukkan sedang berada jaga rumah Bapak Febrie, yang masih ada bisa dipulihkan,” kata Aan.

Menurut Aan, percakapan tersebut tidak menunjukkan adanya keluhan kesehatan dari Sutrimo selama periode tersebut.

“Kalau dilihat dari postingan tanggal 19, happy-happy saja. Tidak ada keluhan sakit atau apa,” ujarnya.

Padahal, sebelum kembali ke Jakarta, Sutrimo disebut sempat mengeluhkan kondisi kakinya yang bengkak. Keluarga mengetahui keluhan tersebut saat Sutrimo masih berada di Banyumas.

Sutrimo diketahui memiliki riwayat diabetes. Namun, menurut keluarga, tidak ditemukan percakapan yang menunjukkan keluhan kesehatan setelah dirinya kembali ke Jakarta hingga 23 Juli.

Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan penyebab kematian Sutrimo. Aan berharap pemulihan data dari ponsel Sutrimo dapat membantu mengungkap aktivitas almarhum sebelum ditemukan meninggal.

“Karena kita juga tidak ada yang menyaksikan. Itu saja,” ujarnya.

Aan menegaskan seluruh informasi mengenai kepulangan Sutrimo ke Jakarta dan keberadaan dua orang yang disebut menemaninya masih berdasarkan keterangan yang diterima keluarga.

Pihak keluarga kini menunggu proses pemulihan data ponsel Sutrimo oleh kepolisian. Sebagian riwayat komunikasi sebelum 19 Juli 2026 disebut sudah tidak tersedia, sedangkan data yang masih dapat diakses hanya percakapan pada 19-23 Juli.

“Ini makanya lagi dipulihkan oleh kepolisian,” kata Aan.
 

Visited 2 times, 2 visit(s) today