Perubahan lanskap industri media digital mendorong perguruan tinggi beradaptasi. Ketika satu informasi kini dapat hadir dalam bentuk artikel, video pendek, podcast hingga konten interaktif secara bersamaan, kemampuan memproduksi konten untuk satu kanal saja tidak lagi cukup.
Menjawab perubahan tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) mengembangkan minor Broadcast Journalism menjadi Transmedia Content Production.
Perubahan itu tidak sekadar mengganti nama program pembelajaran. UPJ menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri media yang semakin terintegrasi, lintas platform, dan berorientasi pada perilaku audiens.
Kepala Prodi Ilmu Komunikasi UPJ Naurissa Biasini mengatakan transformasi tersebut dilakukan agar mahasiswa memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan industri media digital.
“Perubahan dari Broadcast Journalism menjadi Transmedia Content Production bukan sekadar perubahan nama minor. Perubahan ini merupakan pembaruan orientasi pembelajaran agar mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan perkembangan industri media digital,” ujar Naurissa, Jakarta, Selasa (11/08/2026).
Dari Satu Cerita ke Banyak Platform
Transformasi digital telah mengubah cara media memproduksi sekaligus mendistribusikan informasi. Produksi konten tidak lagi berpusat pada satu saluran penyiaran.
Satu isu dapat dikembangkan menjadi berbagai format. Artikel mendalam dapat berjalan beriringan dengan video pendek di media sosial, podcast, infografis, hingga video berdurasi panjang.
Namun, pendekatan lintas platform bukan berarti sekadar memindahkan atau mengulang konten yang sama.
Dalam crossmedia, satu cerita dapat diadaptasi ke berbagai platform dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing kanal. Sementara dalam transmedia storytelling, setiap platform dapat menyajikan bagian, perspektif, atau pengalaman berbeda yang saling melengkapi untuk membangun cerita secara utuh.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika audiens tidak lagi mengonsumsi informasi melalui satu pintu.
Pembaca berita bisa berpindah ke TikTok atau Instagram untuk melihat video pendek, kemudian mendengarkan pembahasan lebih panjang melalui podcast, sebelum akhirnya membaca laporan mendalam di situs web.
Karena itu, mahasiswa komunikasi dituntut tidak hanya mampu membuat konten, tetapi juga memahami mengapa sebuah cerita harus hadir dalam format tertentu dan siapa audiens yang dituju.
Mahasiswa tidak Hanya Jadi Pembuat Konten
Melalui minor Transmedia Content Production, mahasiswa UPJ akan mempelajari perencanaan, produksi, distribusi, hingga pengembangan cerita melalui berbagai kanal.
Pembelajaran dilakukan berbasis proyek. Mahasiswa dapat menjalankan berbagai peran dalam satu produksi, mulai dari penulis, reporter, produser, sutradara, videografer, editor, desainer visual, pengelola media sosial hingga perancang strategi konten.
Model pembelajaran tersebut memungkinkan mahasiswa memahami proses produksi secara menyeluruh.
Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memahami hubungan antara pesan, format, platform, strategi distribusi dan karakter audiens.
Portofolio menjadi bagian penting dari proses tersebut. Karya yang dihasilkan mahasiswa dapat menjadi rekam jejak kompetensi ketika mereka memasuki dunia profesional.
Hal ini menjadi relevan di tengah industri komunikasi yang semakin kompetitif. Dunia kerja tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kemampuan praktis dan bukti karya yang dapat ditunjukkan calon pekerja.
Peluang Karier tidak Lagi Terbatas di Ruang Redaksi
Kompetensi transmedia juga memperluas peluang karier lulusan Ilmu Komunikasi.
Lulusan dapat masuk ke industri jurnalisme dan media digital, agensi digital marketing, periklanan dan kreatif, hingga berbagai sektor industri kreatif yang membutuhkan kemampuan produksi serta strategi konten.
Artinya, kemampuan jurnalistik dan audiovisual yang sebelumnya menjadi fondasi Broadcast Journalism tetap dipertahankan. Namun, kompetensinya diperluas agar mahasiswa mampu bekerja dalam ekosistem media digital yang lebih kompleks.
UPJ sendiri memiliki tiga pilihan minor dalam Program Studi Ilmu Komunikasi, yakni Transmedia Content Production, Urban Public Relations, dan Urban Festival Management.
Urban Public Relations berfokus pada pengelolaan hubungan organisasi dengan publik dalam konteks masyarakat perkotaan. Sementara Urban Festival Management membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang, mempromosikan, melaksanakan hingga mengevaluasi festival dan kegiatan urban.
Ketiga pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya UPJ menyesuaikan pembelajaran komunikasi dengan kebutuhan industri dan karakter masyarakat perkotaan.
Pengembangan minor Broadcast Journalism menjadi Transmedia Content Production sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan komunikasi harus terus bergerak mengikuti perubahan teknologi dan perilaku konsumsi media.
Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, tantangannya bukan lagi sekadar siapa yang mampu membuat konten, melainkan siapa yang mampu membuat cerita yang tepat, dalam format yang tepat, di platform yang tepat, untuk audiens yang tepat.











