Smelter Freeport Meledak dan tak Berfungsi, Pengiriman Katoda Tembaga Terhambat

Smelter Freeport Meledak dan tak Berfungsi, Pengiriman Katoda Tembaga Terhambat

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 12 Agustus 2026 – 02:09 WIB

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengunjungi smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik, Provinsi Jawa Timur, Rabu (17/7/2024). (Foto: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah).

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengunjungi smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik, Provinsi Jawa Timur, Rabu (17/7/2024). (Foto: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Unit pemurnian dan pengolahan mineral atau smelter milik PT Freeport Indonesia (Freeport/PTFI) yang dioperasikan PT Smelting di Gresik, Jawa Timur, mangkrak. Karena mengalami kebocoran boiler pada Sabtu (8/8).

Akibatnya, smelter tembaga yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport (65 persen), sisanya digenggam Mitsubishi Materials Corporation, tidak bisa beroperasi penuh.

Saat ini, evaluasi dan perbaikan terus dilakukan. Di sisi lain, pengiriman katoda tembaga dari Indonesia menjadi terhambat. Pihak Mitsubishi Materials melaporkan, kegiatan operasi PT Smelting telah ditangguhkan.

Gangguan terjadi di tengah ketatnya pasokan tembaga di pasar global, yang mendorong harga acuan di London Metal Exchange (LME) bertahan di atas US$14.000 per ton sekitar sepekan terakhir.

Menurut laporan sejumlah media lokal, sejumlah warga yang tinggal beberapa kilometer dari smelter tersebut mendengar dentuman keras pada Sabtu dini hari, yang diduga kuat berasal dari fasilitas milik Smelting.

Manajemen Smelting mengonfirmasi adanya gangguan di area produksinya, namun memastikan tak ada korban jiwa atas insiden tersebut. Manajemen mengaku tengah melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan penyebab dari gangguan tersebut.

Menyusul adanya gangguan pengiriman tembaga dari Indonesia dan pengetatan pasokan di pasar global, harga tembaga untuk kontrak berjangka tiga bulan di LME, naik 0,60 persen menjadi US$14.160 per ton.

Menteri Bahlil tak Dilapori Smelter Freeport

Informasi terhambatnya smelter Freeport di Gresik, bakal dicek Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. “Saya cek dulu ya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Antara)

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengklaim belum mendapatkan informasi ihwal smelter PT Smelting rusak. “Belum, belum tahu,” kata Tri di Gedung Kemenkeu juga. 

Menurut sumber yang meminta anonimitas kepada Bloomberg, smelter Gresik tersebut dikabarkan akan ditutup untuk diperbaiki selama beberapa pekan ke depan.

Untuk diketahui, smelter pertama milik Freeport yakni PT Smelting dibangun 1996, bersama konsorsium Jepang, dan dioperasikan Mitsubishi. PT Smelting berada di Gresik, Jawa Timur, menjadi smelter tembaga pertama di Tanah Air.

PT Smelting mampu mengolah 1.000.000 ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga per tahun. Produk itu memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today