182 Sekolah Rakyat Dibangun, Prabowo Ungkap Cara Pemerintah Putus Mata Rantai Kemiskinan

182 Sekolah Rakyat Dibangun, Prabowo Ungkap Cara Pemerintah Putus Mata Rantai Kemiskinan

Pemerintah telah membangun 93 Sekolah Rakyat permanen dalam waktu kurang dari satu tahun. Jika digabungkan dengan sekolah rintisan yang masih aktif, total Sekolah Rakyat yang kini beroperasi mencapai 182 titik.

Presiden Prabowo Subianto menyebut jumlah tersebut akan terus bertambah. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Prabowo menilai pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

“Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Sekolah Rakyat Jadi Upaya Putus Mata Rantai Kemiskinan

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan Sekolah Rakyat menggunakan konsep boarding school atau sekolah berasrama. Siswa mendapatkan fasilitas pendidikan sekaligus tempat tinggal, tempat ibadah, sarana olahraga, ekosistem digital, makanan bergizi, serta lingkungan yang aman dan nyaman.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan pendidikan gratis dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan. Tidak hanya siswa, pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan bagi orang tua mereka.

Menurut Prabowo, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan dan memperbaiki masa depannya.

“Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara kita, negara harus intervensi,” ujarnya.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Siswa Sekolah Rakyat Mulai Ukir Prestasi

Prabowo juga memaparkan sejumlah capaian siswa Sekolah Rakyat sebagai bukti bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu mampu berprestasi ketika mendapatkan kesempatan, fasilitas, dan pendampingan yang memadai.

Salah satunya adalah tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar yang berhasil memenangkan Olimpiade Nasional Indonesia ke-15.

Prestasi lainnya ditorehkan Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Polewali Mandar. Ia menjadi siswa Sekolah Rakyat pertama yang lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi,” ungkap Prabowo.

Menurut Presiden, prestasi tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak menentukan kemampuan seorang anak untuk berkembang dan mencapai prestasi.

Kisah Citra dan Rizki di Hadapan Presiden

Dalam kesempatan tersebut, dua siswa Sekolah Rakyat turut hadir, yakni Muhammad Rizki Pratama dari Medan dan Citra Nur Ramadhani dari Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Prabowo menyapa dan berdialog langsung dengan keduanya di hadapan peserta sidang.

Kisah Citra menjadi salah satu perhatian Presiden. Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara ibunya merupakan penyandang disabilitas.

“Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten,” kata Prabowo.

Citra kini tidak hanya kembali memperoleh kesempatan bersekolah, tetapi juga mengembangkan bakat di bidang karate. Ia berhasil meraih juara tingkat Kabupaten Pangkep dan memiliki cita-cita meraih sabuk hitam.

Usai mengikuti kegiatan, Citra mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat bersekolah di Sekolah Rakyat sekaligus bertemu langsung dengan Presiden.

“Pak Presiden sehat-sehat ya. Tunggu. Tunggu lihat aku dewasa nanti pakai sabuk hitam,” kata Citra.

Pemerintah Targetkan Setiap Daerah Punya Sekolah Rakyat

Pemerintah berencana terus memperluas keberadaan Sekolah Rakyat. Target minimal satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota diharapkan memperluas jangkauan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Prabowo menegaskan bahwa pemberian dukungan kepada masyarakat tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang sama. Menurutnya, prinsip keadilan berarti memberikan dukungan berdasarkan kebutuhan masing-masing.

“Saudara-saudara sekalian, adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan,” tutup Prabowo.

Dengan 182 titik Sekolah Rakyat yang telah beroperasi, pemerintah menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen untuk membuka mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut diharapkan tidak hanya mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

Visited 3 times, 3 visit(s) today