Genjot Ekonomi Nasional, Pemerintah Bidik Investasi Jumbo Rp2.322 Triliun pada 2027

Genjot Ekonomi Nasional, Pemerintah Bidik Investasi Jumbo Rp2.322 Triliun pada 2027

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 15 Agustus 2026 – 12:37 WIB

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani. (Foto: Antara/Aria Ananda)

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani. (Foto: Antara/Aria Ananda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah memasang target tinggi untuk memutar roda penanaman modal di Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, nilai realisasi investasi pada 2027 mendatang dibidik menyentuh angka fantastis Rp2.322 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa patokan ini melonjak signifikan dibanding target tahun sebelumnya.

“Sesuai Rencana Kerja Pemerintah untuk 2027, target investasi yang ditargetkan kepada kami oleh Pak Rachmat Pambudy sebagai Ketua Bappenas itu ditargetkan di 2027 adalah 2.322 triliun. Naik dari target tahun ini sebesar 2.041,3 triliun,” kata Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan TA 2027 di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026) malam.

Lonjakan Target Naik 13,8 Persen

Lompatan target tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp280,7 triliun atau sekitar 13,8 persen jika dibandingkan dengan target investasi tahun 2026 yang berada di angka Rp2.041,3 triliun.

Optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Pergerakan positif modal masuk sejatinya sudah terlihat pada triwulan II 2026. Komponen investasi tumbuh 6,87 persen secara tahunan (year-on-year) dan menopang sekitar 39 persen dari total pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.

“Investasi menyumbang kurang lebih 39 persen dari total pertumbuhan triwulan kedua, di atas kisaran biasanya normalnya tuh di 28 atau 29 persen,” ujar Rosan.

Capaian Semester I dan Penyerapan Jutaan Pekerja

Melihat ke belakang pada paruh pertama tahun ini, aliran modal yang masuk ke Indonesia memang berada di tren positif. Realisasi investasi sepanjang semester I 2026 sudah menembus Rp1.010,6 triliun, alias tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Angka ini setara dengan 49,5 persen dari total target sepanjang 2026.

Dampak penguatan modal ini terasa langsung pada ketersediaan lapangan kerja. Selama enam bulan pertama 2026, masuknya investasi berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. Angka penyerapan ini melompat 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Tentunya angka ini belum termasuk kesempatan kerja tidak langsung dan aktivitas pendukung investasi lainnya,” tutur Rosan.

Dorong Hilirisasi Padat Karya

Dari total modal yang masuk sepanjang semester I 2026, sektor hilirisasi menyumbang porsi lumayan besar yakni Rp300,1 triliun atau 29,7 persen, tumbuh 6,9 persen.

Sektor mineral masih memimpin porsi hilirisasi dengan nilai Rp206,5 triliun. Sementara itu, hilirisasi sektor perkebunan dan kehutanan meraup Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan sebesar Rp3,8 triliun.

Rosan menegaskan, pemerintah ke depan bakal makin memacu hilirisasi di sektor perkebunan dan kehutanan. Alasannya simpel, sektor-sektor ini jauh lebih padat karya walau secara nominal investasi tak sebesar tambang mineral.

“Kami mendorong juga tentunya hilirisasi di perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi karena dari segi penyerapan tenaga kerjanya memang kalau investasi di hilirisasi di bidang kehutanan, di perkebunan itu penyerapan tenaga kerja lebih besar walaupun dari segi nominalnya di bawah angka dari investasi di bidang mineral,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today