Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan pers hasil rapat berkala KSSK III tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite bagi desil 9 dan 10 yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Purbaya mengatakan, pihaknya masih menyiapkan skema yang tepat agar pemberian subsidi BBM tepat sasaran. Jika sistem tersebut sudah siap, Purbaya menyebut akan langsung diterapkan.
“Kita lihat kondisi seperti apa ekonominya dan masyarakatnya, Tapi kita semua siapkan sistemnya. Nanti kalau udah siap yaudah kita jalankan,” ujar Purbaya, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Namun, Purbaya mengakui bahwa data yang terdapat dalam DTSEN masih ditemukan yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat. Oleh karena itu, dia menegaskan akan menanganibpersoalan tersebut satu per satu.
“Tapi kalau yang gitu kan pasti nggak semuanya kan dengan beberapa orang ya kalau ada masalah ya kita, saya belum sampai DTSEN yang baru keluar, kita akan handle case by case ya,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sistem untuk pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite masih dilakukan pengujian. Dia mengatakan PT Pertamina (Persero) masih melakukan pengujian sistem tersebut.
“Nanti kan kita sedang uji sistem, Pertamina sedang menguji sistem saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa aja yang desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. Dia mesti bayar harga Pertamax atau yang lain,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dalam Kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pembatasan pembelian BBM subsidi tersebut tak bisa dinikmati oleh desil 9 dan 10 ataupun jenis kendaraan mewah seperi BMW dan Mercy.
“Jadi gini, nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan, ya. Jangan pakai BMW, pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi. Jadi teman-teman media tolong jangan diplintir lagi. Ya, ini penting saya luruskan,” kata Bahlil.
Lebih lanjut, meski harga Indonesian Crude Price (ICP) tidak menentu, Bahlil memastikan bahwa BBM bersubsidi tidak akan naik. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang, kami dua punya komitmen atas dasar perintah Bapak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting,” ucapnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









