Rafael Leao dari AC Milan mencetak gol kedua timnya melalui tendangan penalti dalam pertandingan Serie A antara AC Milan dan ACF Fiorentina di Stadion Giuseppe Meazza pada 19 Oktober 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keputusan penalti untuk AC Milan dalam kemenangan 2-1 atas Fiorentina menuai kontroversi luas.
Pakar wasit Italia, Luca Marelli, menilai keputusan wasit Livio Marinelli untuk meninjau insiden lewat VAR “di luar protokol resmi,” karena tidak memenuhi kriteria clear and obvious error (kesalahan yang jelas dan nyata).
Momen itu terjadi pada menit-menit akhir laga di Stadion San Siro ketika skor masih imbang 1-1. Penyerang Milan, Santiago Gimenez, terjatuh sambil memegangi wajah setelah mendapat sentuhan ringan di bahu dari bek Fiorentina, Fabiano Parisi.
Wasit Marinelli awalnya membiarkan permainan berlanjut, tetapi kemudian dipanggil oleh VAR untuk meninjau insiden melalui on-field review.
Setelah melihat tayangan ulang, Marinelli mengubah keputusannya dan memberikan penalti. Rafael Leao sukses mengeksekusi tendangan itu, membawa Milan unggul 2-1 dan sekaligus naik ke puncak klasemen Serie A.
Namun keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu La Viola, yang menilai kontak Parisi terlalu minimal untuk dijatuhkan sebagai pelanggaran.
“Tidak ada tarikan baju, hanya tangan Parisi di pundak dan leher Gimenez,” ujar Marelli dalam siaran DAZN Italia.
“Kalau wasit memberikan penalti langsung di lapangan, kita mungkin bisa memakluminya. Tapi karena dia sudah melihat insiden itu dan memutuskan tidak ada pelanggaran, maka tidak cukup alasan untuk melakukan On-Field Review. Dalam pandangan saya, keputusan VAR ini berada di luar protokol,” lanjutnya.
Marelli juga membandingkan insiden tersebut dengan kasus serupa saat Juventus mengalahkan Inter 4-3 pada awal musim ini, di mana kontak ringan di bahu tidak dianggap cukup untuk intervensi VAR karena wasit telah menilai langsung di lapangan.
Keputusan kontroversial ini menjadi penentu jalannya klasemen sementara, karena tiga poin penuh dari laga tersebut membuat Milan menyalip Juventus dan Inter di puncak Serie A.













