Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membantah tuduhan Amerika Serikat (AS) terkait adanya penipuan pengalihan pengiriman (transshipment scam) yang tertuang dalam laporan The Great Transshipment Scam yang diterbitkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
“Kita tidak perlu khawatir dengan studi, namun kami juga tegaskan bahwa studi ini merupakan studi yang berdasarkan anggapan atau asumsi. Jadi apa yang terjadi sebetulnya tidak seperti apa yang mereka asumsikan,” ujar Airlangga kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam laporan tersebut tertulis bahwa sejumlah negara, termasuk Indonesia dituding membantu China untuk menghindari tarif. Laporan tersebut menyatakan bahwa terjadi kegiatan transshipment atau pengalihan pengiriman terutama terjadi di negara-negara yang memiliki pelabuhan utama.
Laporan tersebut juga menggolongkan Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam ke dalam ‘tier 2’. Golongan ini menurut Gedung Putih memiliki volume transshipment yang signifikan, disertai dengan integrasi yang lebih dalam ke dalam rantai pasok dan sumber pasokan bahan baku yang terkait dengan Tiongkok.
“Pertama, Indonesia tidak pernah terlibat ataupun diberitahu mengenai adanya studi ini. Dan kedua, Indonesia dituduh bersama Brazil, Malaysia, Thailand, Turki, Vietnam yang masuk di dalam global untuk transshipment. Kami katakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar,” tegas Airlangga.
“Dan kedua, Indonesia ditempatkan di tier 2, di mana merupakan manufaktur terintegrasi dengan China dan ekspornya ke Amerika, terutama untuk produk-produk plastik dan turunannya,” tambahnya.
Tak hanya itu, AS juga menyoroti peningkatan aktivitas khususnya wadah plastik di kawasan Bekasi dan Batam. Airlangga menyatakan bahwa kawasan industri Batam dan Bekasi sudah ada sejak tahun 90-an.
“Dan industri yang ada di sana kebanyakan industri manufaktur dan kalau industri berbasis plastik, packaging-nya itu seluruhnya adalah sebagian besar perusahaan nasional,” tutur dia.
Airlangga pun menekankan bahwa untuk bahan baku plastik, Indonesia telah memiliki bahan baku yang diproduksi sendiri oleh Chandra Asri dan Lotte Chemicals.
“Dan untuk bahan baku plastik kita sudah punya bahan baku sendiri yang diproduksi oleh Chandra Asri dan bahkan yang terakhir oleh Lotte Chemicals. Jadi tidak benar ini menggunakan transshipment dari negara lain untuk memproses. Dan kedua, plastik packaging-nya sebagian besar digunakan sendiri di dalam negeri ataupun diekspor ke sekitaran, tetapi bukan ke Amerika Serikat,” jelasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










