Alasan Israel Tahan 2 Aktivis Global Sumud Flotilla, Singgung Hamas

Alasan Israel Tahan 2 Aktivis Global Sumud Flotilla, Singgung Hamas

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel akhirnya buka suara dan mengonfirmasi penahanan dua aktivis kemanusiaan dari armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. 

Kedua aktivis tersebut ditangkap paksa saat militer Israel menyergap konvoi kapal kemanusiaan yang berupaya menembus blokade Gaza, Palestina, di wilayah perairan internasional.

Dua tokoh yang kini berada dalam cengkeraman otoritas Israel adalah Saif Abukeshek, warga negara Spanyol-Swedia keturunan Palestina, dan Thiago Ávila, seorang warga negara Brasil.

Dalih Afiliasi Terorisme dan Proses Hukum

Melalui pernyataan resmi di platform X, Kemlu Israel memberikan justifikasi atas penahanan tersebut dengan menuding keduanya terafiliasi dengan kelompok Hamas.

Pihak Israel mengklaim bahwa Saif Abukeshek merupakan anggota inti dari Popular Conference for Palestinians Abroad (PCPA), sebuah organisasi yang menurut mereka telah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat karena dianggap sebagai kedok operasional Hamas.

“Saif Abu Keshek, salah satu anggota utama PCPA… serta Thiago Ávila, yang beroperasi bersama PCPA dan diduga terlibat dalam aktivitas ilegal, telah tiba di Israel,” demikian kutipan pernyataan Kemlu Israel.

Lebih lanjut, rezim Zionis menyatakan bahwa kedua aktivis tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum setempat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Israel juga berjanji akan memberikan akses kunjungan konsuler dari perwakilan negara masing-masing aktivis.

Penculikan dan Brutalitas Aparat

Klaim diplomatis Israel berbanding terbalik dengan kesaksian mengerikan dari pihak GSF di lapangan. Organisasi kemanusiaan tersebut membeberkan bahwa tentara Israel tidak sekadar “menahan”, melainkan melakukan penculikan dan tindakan kekerasan fisik yang brutal terhadap para partisipan dalam penyergapan yang terjadi pada Rabu (29/4/2026).

Setelah insiden pencegatan kapal berbendera Italia tersebut, keberadaan Abukeshek dan Ávila sempat dilaporkan hilang misterius sebelum akhirnya diakui ditahan oleh Israel. Keduanya dikabarkan dibawa ke wilayah Israel secara paksa tanpa persetujuan.

GSF menyoroti kejanggalan operasi militer tersebut. 

“Kesaksian langsung dari para peserta mengungkapkan bahwa Abukeshek berada di kapal pemantau yang sebenarnya tidak ditujukan untuk berlayar menuju Gaza,” ungkap keterangan resmi GSF.

Lebih miris lagi, laporan GSF menyebutkan bahwa Abukeshek menjadi sasaran amuk aparat. 

“Ia dilaporkan dipukuli secara brutal sebelum dipisahkan dan diisolasi dari peserta lainnya. Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar darinya.”

Desakan Intervensi Parlemen Eropa

Tindakan Israel mencegat kapal sipil di perairan internasional dan menculik pesertanya memicu kemarahan global. 

GSF kini bergerak cepat meminta pertanggungjawaban dunia internasional, khususnya Benua Biru, atas pelanggaran hukum laut internasional dan hak asasi manusia tersebut.

“Global Sumud Flotilla menyerukan intervensi segera dari anggota Parlemen Eropa menyusul hilangnya dua peserta sipil dalam misi kemanusiaan menuju Gaza,” tegas pihak GSF, menuntut tindakan nyata untuk membebaskan para relawan yang hanya berniat menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Visited 6 times, 1 visit(s) today