Berkat Sekolah Rakyat, Ibu Tunggal di Bogor Tak Lagi Sulit Penuhi Kebutuhan Harian. (Foto: Kemensos)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Air mata haru Ramah, seorang ibu tunggal di Bogor, tak terbendung saat menceritakan perubahan hidupnya.
Setelah bertahun-tahun berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan harian, kini putranya, Ridwan, bisa mengenyam pendidikan gratis di asrama, sementara ia sendiri mendapat bantuan modal untuk memulai usaha.
Kisah Ramah adalah cerminan dari dampak program ganda yang dijalankan Kementerian Sosial (Kemensos). Putranya diterima di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor, sebuah sekolah berasrama gratis bagi anak dari keluarga miskin.
Di saat yang sama, Ramah mendapat dukungan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa modal usaha sebesar Rp3,6 juta. Modal itu ia gunakan untuk berjualan gorengan di depan rumahnya.
“Alhamdulillah, sekarang anak saya bisa sekolah gratis, saya juga dikasih bantuan untuk berjualan. Dagangan saya tambah lengkap dan penghasilannya meningkat,” ujar Ramah sambil tersenyum haru, Kamis (16/10).
Menurutnya, sebelum ada bantuan ini, ia seringkali kesulitan bahkan untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan.
Kini, putranya mendapat fasilitas pendidikan dan gizi yang layak, sementara ia bisa mandiri secara ekonomi.
Kisah ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang menyebut Sekolah Rakyat sebagai “miniatur pengentasan kemiskinan”, di mana anaknya bersekolah dan orang tuanya diberdayakan. Program gagasan Presiden Prabowo ini telah hadir di 165 titik di seluruh Indonesia.
Dengan memberdayakan orang tua seperti Ramah, program ini memastikan bahwa ketika anak lulus sekolah, keluarganya sudah berada dalam kondisi ekonomi yang lebih stabil, sehingga rantai kemiskinan dapat benar-benar terputus.














