Ariel Noah Lega Usai Rapat di DPR, Bayar Performing Right Bukan Kewajiban Penyanyi

Ariel Noah Lega Usai Rapat di DPR, Bayar Performing Right Bukan Kewajiban Penyanyi

Reyhaanah Medium.jpeg

Selasa, 11 November 2025 – 19:50 WIB

Musisi sekaligus Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI) Nazril Irham atau Ariel Noah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah).

Musisi sekaligus Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI) Nazril Irham atau Ariel Noah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI) Nazril Irham atau Ariel Noah mengabarkan perkembangan positif dari pertemuan antara pihaknya dengan Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI). Pertemuan yang digelar untuk menyamakan persepsi soal polemik pembayaran performing rights di industri musik ini disebutnya menghasilkan kejelasan penting.

Ariel menjelaskan, dalam rapat harmonisasi RUU Hak Cipta bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, kedua pihak mendapatkan ruang yang lebih leluasa untuk berdialog. Meski mengakui proses diskusi masih panjang, ia menilai akar permasalahan kini mulai terpetakan dengan lebih baik.

“Yang paling penting, hari ini kita senang karena ada statement langsung dari pihak AKSI bahwa memang bukan penyanyi yang harus bayar untuk performing rights,” ujar Ariel kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).

Penegasan dari AKSI itu, menurutnya, sangat krusial untuk mengakhiri kesalahpahaman yang selama ini beredar, termasuk praktik somasi yang sempat dialami sejumlah penyanyi.

“Karena dua minggu yang lalu saja masih ada penyanyi yang disomasi, padahal sudah ada moratorium dari Menteri. Jadi statement dari AKSI ini penting supaya jelas, terutama untuk oknum-oknum, jangan sampai ada lagi” jelasnya.

Menanggapi proses revisi regulasi yang dinilai berjalan lambat, Ariel meminta semua pihak memahami kompleksitas persoalan. Banyaknya pemangku kepentingan yang harus dilibatkan dan tumpukan masalah lama, menjadi alasan perlunya penanganan yang hati-hati.

“Masih banyak PR-nya, terutama dari sisi digitalisasi yang harus segera dipercepat. Kita tidak mau memaksa karena negara juga punya banyak kepentingan, tapi kita berharap prosesnya bisa berjalan secepatnya,” kata Ariel.

Ia menegaskan kembali poin kesepakatan utama dalam pertemuan tersebut, yaitu penegasan ulang sikap AKSI mengenai pihak yang bertanggung jawab membayar performing rights.

“Jadi sebelumnya ada pernyataan yang mengarah pada penyanyi yang harus bayar. Tapi tadi sudah diperjelas lagi oleh AKSI bahwa yang bayar itu bukan penyanyi. Itu sudah disepakati,” tegasnya.

Ariel berharap kejelasan ini menjadi langkah awal yang baik bagi kemajuan industri musik nasional. “Jadi mudah-mudahan ini suatu kemajuan. Kedepannya mudah-mudahan ada banyak hal positif lagi yang bisa lahir dari hasil rapat sama Baleg ini,” tutur Ariel.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today