AS Blokir 70 Lebih Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Makin Mencekam

AS Blokir 70 Lebih Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Makin Mencekam

Militer Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Iran lewat operasi maritim di kawasan Teluk. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah menghambat pergerakan puluhan kapal tanker yang berkaitan dengan ekspor minyak Iran.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, Jumat, CENTCOM menyebut lebih dari 70 kapal tanker telah diblokir untuk masuk maupun keluar dari pelabuhan Iran.

Kapal-kapal tersebut merupakan armada komersial dengan kapasitas angkut besar. Secara total, muatannya diperkirakan mencapai lebih dari 166 juta barel minyak mentah dengan nilai melampaui US$13 miliar atau sekitar Rp225,5 triliun.

Operasi ini merupakan bagian dari blokade angkatan laut yang dijalankan sejak 13 April. Sasaran utamanya adalah lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

CENTCOM mengungkapkan operasi tersebut melibatkan kekuatan militer dalam skala besar. Lebih dari 15.000 personel, 200 pesawat, dan 20 kapal perang dikerahkan untuk mendukung misi tersebut.

Blokade ini turut memperketat tekanan terhadap jalur distribusi energi di kawasan. Risiko keamanan yang meningkat di sekitar Selat Hormuz membuat aktivitas pelayaran semakin terbatas, padahal wilayah ini menjadi salah satu titik paling strategis bagi pengiriman minyak mentah global.

Berdasarkan data terbaru CENTCOM, sebagian besar kapal tanker yang terafiliasi dengan Iran masih tertahan akibat situasi konflik yang belum mereda. Kondisi ini berpotensi menekan pendapatan ekspor energi Teheran.

Di sisi lain, ketegangan yang terus meningkat memicu kekhawatiran di pasar energi global. Gangguan terhadap rantai pasok minyak dinilai semakin besar seiring pembatasan pergerakan kapal di kawasan Teluk.

Data pelacakan kapal yang dihimpun Anadolu menunjukkan, untuk hari kedua berturut-turut tidak ada kapal komersial berukuran besar yang melintasi Selat Hormuz dalam periode 24 jam hingga Jumat pukul 09.00 GMT atau 16.00 WIB.

Visited 5 times, 1 visit(s) today