Demi meningkatkan keselamatan publik, kendaraan bermotor bertenaga listrik yang baru diperkenalkan di Australia kini diwajibkan untuk mengeluarkan suara. Aturan ini, yang secara spesifik menyasar mobil listrik dan kendaraan berteknologi senyap lainnya, bertujuan memperingatkan pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna jalan lainnya akan keberadaan kendaraan yang mendekat.
Dikenal secara teknis sebagai Sistem Peringatan Kendaraan Akustik (AVAS), suara buatan ini wajib diperdengarkan pada kecepatan rendah, yakni hingga 20 kilometer per jam. Ini adalah kecepatan kritis saat mobil melintasi tempat parkir, persimpangan, jalan masuk, dan area padat lainnya di mana pejalan kaki dan kendaraan sering berbagi ruang.
Seperti dilaporkan Drive, regulasi ini berlaku efektif per 1 November 2025 untuk mobil, kendaraan hybrid, kendaraan sel bahan bakar hidrogen, truk, dan bus yang baru memasuki pasar Australia. Aturan ini menyasar kendaraan yang mampu berjalan ‘satu gigi maju atau mundur tanpa menggunakan mesin pembakaran internal’.
Penting dicatat, aturan ini tidak berlaku surut untuk mobil yang sudah terjual kepada pelanggan dan beroperasi di jalanan.
Memitigasi Risiko ‘Mobil Senyap’
Kewajiban ini muncul sebagai respons terhadap masalah keselamatan yang kian mendesak. Mobil hybrid dan listrik memang memiliki keunggulan minim polusi suara, namun di sisi lain, hal ini menjadikannya sulit didengar oleh pejalan kaki dan pesepeda –berbanding terbalik dengan kendaraan bermesin bensin dan diesel yang suaranya selalu nyaring.
Kondisi ‘mobil senyap’ ini terbukti meningkatkan risiko tabrakan, terutama di kawasan perkotaan yang padat.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh riset yang dilakukan oleh kelompok advokasi Vision Australia. Penelitian mereka menemukan fakta mencengangkan: sebanyak 35 persen orang yang tergolong tunanetra atau memiliki gangguan penglihatan pernah mengalami nyaris celaka atau bahkan tabrakan fisik dengan kendaraan yang ‘senyap’ tersebut.
Bagi penyandang disabilitas visual, indra pendengaran adalah kunci utama untuk navigasi dan keselamatan.
Manfaat Ekonomi dan Kemanusiaan
Meskipun undang-undang serupa sudah berlaku di luar negeri, dan banyak kendaraan yang dijual di pasar Australia telah dilengkapi teknologi AVAS, penerapan resmi oleh Pemerintah Federal Australia ini menegaskan prioritas keselamatan publik.
Pemerintah Federal bahkan telah membuat proyeksi yang meyakinkan. Mereka memperkirakan bahwa aturan suara peringatan kecepatan rendah ini dapat mencegah 68 kematian, 2.675 cedera serius, dan 2.962 cedera ringan hingga tahun 2060.
Secara agregat, kebijakan ini diperkirakan dapat menghemat anggaran masyarakat hingga 208 juta dolar Australia –sebuah manfaat ganda, baik secara kemanusiaan maupun ekonomi.
Langkah Australia ini menjadi preseden penting bagi negara lain yang sedang gencar mendorong adopsi mobil listrik. Teknologi maju harus berjalan beriringan dengan standar keselamatan yang tak boleh dikompromikan.












