Keputusan pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tidak membawa satu pun pemain Real Madrid untuk Piala Dunia 2026 memicu kontroversi.
Bek masa depan Real Madrid, Dean Huijsen, secara mengejutkan dicoret dari daftar 26 pemain La Furia Roja.
Seolah membalas sindiran sang pelatih yang mengklaim hanya membawa pemain berdasarkan kualitas, Huijsen memposting line-up “team of the season” tak lama setelah De la Fuente mengumumkan skuad untuk Piala Dunia 2026.
Lewat Instagram Stories pribadinya, bek berusia 21 tahun itu mengunggah grafis “Team of the Season” versi Sofascore.
Dalam grafis tersebut, nama Huijsen terpampang gagah, sejajar dengan deretan megabintang Real Madrid musim ini seperti Vinícius Junior, Jude Bellingham, Federico Valverde, hingga Kylian Mbappe.
Huijsen tidak menulis keluhan atau mengumbar amarah secara terbuka. Ia memilih membiarkan angka dan statistik yang berbicara.
“Angka ini nyata, terserah kalian menafsirkannya.” Unggahan tersebut langsung viral dan menjadi buah bibir netizen sepak bola dunia.
Statistik Mengkilap yang Terabaikan
Kekecewaan Huijsen sangat bisa dipahami. Sepanjang musim 2025/2026, bek kelahiran Malaga yang baru diboyong Real Madrid dari AFC Bournemouth ini tampil masif dengan catatan 40 penampilan di seluruh kompetisi.
Banyak analis menilai performa konsisten Huijsen jauh lebih impresif ketimbang dua bek yang justru dipilih De la Fuente, Pau Cubarsi dan Eric Garcia dari Barcelona.
Dicoretnya Huijsen juga melahirkan ironi sejarah yang menyakitkan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola, tidak ada satu pun pemain Real Madrid yang masuk ke dalam skuad Timnas Spanyol di turnamen Piala Dunia.
Sebuah tamparan keras bagi Los Blancos yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung utama La Roja.
Korban Regenerasi: Dari Carvajal hingga Sang Kapten Morata
Huijsen bukan satu-satunya nama besar yang harus gigit jari. Bek senior Dani Carvajal juga terpaksa absen pasca-pulih dari cedera panjang, sekaligus menutup lembaran karier romantisnya bersama Madrid.
Di lini belakang lainnya, bek Atletico Madrid, Robin Le Normand, juga ikut tersingkir.
Namun, kejutan paling tragis menimpa Alvaro Morata. Kapten yang memimpin Spanyol mengangkat trofi Euro 2024 itu resmi didepak dari skuad utama.
Langkah tegas ini diambil De la Fuente setelah Morata mencatatkan musim yang buruk bersama Como 1907, di mana ia gagal mencetak satu gol pun di pentas Serie A Italia.
Ujian Berat di Grup H
Di tengah segala polemik pemilihan pemain ini, Spanyol tetap datang ke Piala Dunia 2026 dengan status tim favorit juara.
Berada di Grup H, La Furia Roja akan ditantang oleh Uruguay, Arab Saudi, dan Tanjung Verde (Cape Verde).
Tanpa pilar Real Madrid dan para veteran, De la Fuente kini bertaruh penuh pada magis dan kreativitas darah muda Barcelona serta Leipzig.
Nama-nama seperti Lamine Yamal, Pedri, Gavi, dan Dani Olmo resmi ditunjuk menjadi motor utama untuk membawa trofi emas Piala Dunia kembali ke Spanyol. Apakah perjudian besar De la Fuente ini akan berbuah manis? Waktu yang akan menjawab.














