Bangladesh Belum Tentu Ikut FIFA ASEAN Cup 2026!

Bangladesh Belum Tentu Ikut FIFA ASEAN Cup 2026!

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi menjawab kabar terkait Bangladesh bakal menggantikan India yang memutuskan mundur dari ajang FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang.

Sesuai jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 akan diselenggarakan secara perdana di Indonesia pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.

“Ya, kami belum bisa memastikan karena dinamis. Nanti setelah ada update dan kepastian baru PSSI akan menyampaikan kembali ke rekan-rekan media,” kata Yunus Nusi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Seperti diketahui, FIFA ASEAN Cup 2026 akan diikuti sebanyak delapan tim di Divisi 1. Grup A berisi tuan rumah Indonesia bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Grup B diisi Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.

Indonesia menyiapkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, sebagai arena pertandingan.

Bangladesh sendiri dikabarkan masuk dalam daftar setelah India memutuskan mundur, sebab Federasi Sepak Bola India (AIFF) memilih memprioritaskan laga persahabatan menghadapi Brasilyang dijadwalkan berlangsung pada periode yang sama.

Ketua komite media Federasi Sepak Bola Bangladesh, Amirul Islam Babu, menyampaikan bahwa FIFA telah memberikan konfirmasi resmi setelah rapat maraton komite eksekutif BFF.

“Kami sudah mengajukan permohonan kepada FIFA untuk berpartisipasi dalam turnamen ini. Tadi malam (Jumat), kami menerima respons positif, dan kemudian kami juga mengirimkan konfirmasi kami,” kata Babu.

Meski keikutsertaannya sudah pasti, persiapan Bangladesh menuju turnamen ini menghadapi kendala serius.

Jendela internasional FIFA baru dibuka pada 21 September, hanya tiga hari sebelum turnamen dimulai. Artinya, pelatih Thomas Dooley kemungkinan besar hanya punya waktu kurang dari sepekan bersama skuad penuhnya sebelum bertolak ke Jakarta.

Situasi ini berpotensi membuat frustrasi pelatih asal Jerman tersebut, yang sebelumnya sudah menyampaikan kekhawatiran soal minimnya waktu persiapan Timnas.

Bagi Bangladesh, kehadiran pemain diaspora seperti Hamza Choudhury yang berkarier di Inggris dan Shamit Shome yang berbasis di Kanada menjadi kekuatan utama. Namun mengumpulkan mereka dalam waktu sesempit itu menjadi tantangan tersendiri.

Visited 1 times, 1 visit(s) today