Banyak Masalah Sejak Awal, Luhut: Kereta Cepat, Barang Busuk

Banyak Masalah Sejak Awal, Luhut: Kereta Cepat, Barang Busuk

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 17 Oktober 2025 – 14:04 WIB

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tidak sedang bercanda, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Kereta Whoosh, adalah barang busuk. Karena bermasalah sejak awal.

“Karena saya yang dari awal mengerjakan itu, karena saya terima sudah busuk itu barang,” ujar Luhut dalam peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Luhut menyebut, kondisi keuangan proyek KCJB memang sudah tidak sehat sejak awal. Namun, dia mengeklaim telah mengambil berbagai langkah perbaikan, termasuk meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit.

Selain itu, Luhut mengaku telah membuka jalur negosiasi dengan pihak China. Dan mereka setuju untuk dilakukan restrukturisasi utang. “Kita coba perbaiki, kita audit BPKP, kemudian kita berunding dengan China,” katanya.

Meski prosesnya berjalan lambat akibat transisi pemerintahan, ia memastikan bahwa tidak ada hambatan berarti dari pihak mitra. “Sekarang perlu nunggu Keppres, supaya timnya segera berunding, dan sementara China sudah bersedia kok, nggak ada masalah,” jelasnya.

Luhut juga menanggapi isu jebakan utang China yang kerap dikaitkan dengan proyek Kereta Cepat. Ia menyebut bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan hanya memperkeruh suasana.

“Kenapa terus bilang nanti Whoosh akan kita akhiri dengan South China Sea. Apa lagi ini? Kadang-kadang saya nggak ngerti, bicara. Jadi kalau saran saya, kalau kita nggak ngerti datanya, nggak usah komentar dulu. Nanti cari datanya, baru berkomentar. Ya kalau cari popularitas murahan silahkan sih,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa proyek ini berbasis data dan terbuka untuk ditinjau. Luhut bahkan mempersilahkan siapa pun yang ingin mengetahui detail proyek untuk datang langsung kepadanya.

Topik
Komentar

Visited 6 times, 1 visit(s) today