Bapanas: Lapor Pak Presiden, Harga Telur Ayam Ras Stabil

Bapanas: Lapor Pak Presiden, Harga Telur Ayam Ras Stabil

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 31 Maret 2026 – 20:20 WIB

Penampakan pedagang telur ayam ras. (Foto: Dok. Badan Pangan Nasional/Bapanas).

Penampakan pedagang telur ayam ras. (Foto: Dok. Badan Pangan Nasional/Bapanas).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian besar terhadap kondisi pangan pokok strategis yang tersedia bagi masyarakat. Dia kerap menghubungi langsung para pembantunya di pagi hari untuk meminta laporan terbaru terkait harga pangan, termasuk telur ayam ras.

Dalam pidato kunci di Forum Bisnis Indonesia–Jepang, Senin (30/3/2026), Presiden Prabowo mengakui menerapkan pola micromanager untuk mendapatkan data dan fakta yang detail.

“Ya, saya akui saya seorang micromanager. Saya menelepon menteri-menteri saya, jam 2 pagi atau jam 5 pagi, dan saya akan bertanya harga telur hari ini,” katanya.

Telur ayam ras merupakan salah satu pangan pokok strategis yang digemari masyarakat Indonesia. Kestabilan harganya menjadi prioritas pemerintah, karena telur merupakan sumber protein hewani yang relatif terjangkau dibandingkan protein lainnya.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi per kapita telur ayam ras dalam seminggu pada 2025 mencapai 2,362 kilogram. Angka ini naik 19,1 persen dibandingkan 2016 yang tercatat 1,983 kilogram.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Indonesia surplus telur ayam ras. Produksi domestik melimpah, bahkan memungkinkan ekspor. Dengan kondisi ini, Amran optimistis harga domestik tetap stabil.

“Kita telur ayam sudah surplus, bahkan sudah ekspor. Jadi saya minta tidak ada alasan harga naik di masyarakat. Kalau ada kenaikan, Satgas Saber harus telusuri sampai distributor dan produsennya. Tidak boleh ada yang membuat anomali harga pangan,” tegas Amran.

Per 30 Maret, pengawasan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menunjukkan harga telur ayam ras di pasar rakyat masih dalam koridor kewajaran. Bahkan, Satgas mencatat mulai terjadi depresiasi harga usai Idulfitri.

Di Pasar Kranggan, Yogyakarta, harga telur ayam ras turun menjadi Rp28.000 per kilogram. Di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, harga turun dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

Di Sumatera Utara, harga terendah tercatat di Pasar Gambir, Tebing Tinggi, Rp27.200 per kilogram, sementara di Pasar Seutui, Banda Aceh, harga Rp28.500 per kilogram.

Di Kalimantan dan Papua, harga masih berfluktuasi, terutama karena biaya distribusi. Di Pasar Kemuning, Pontianak, Kalimantan Barat, harga Rp33.000 per kilogram. Di Pasar Snon Bukor, Raja Ampat, Papua Barat Daya, harga Rp36.000 per kilogram.

Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen ditetapkan maksimal Rp26.500 per kilogram, sedangkan Harga Acuan Penjualan di tingkat konsumen maksimal Rp30.000 per kilogram, berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 529 Tahun 2024.

Menurut BPS, inflasi telur ayam ras tercatat 5,79 persen pada Februari 2026 secara tahunan. Andilnya terhadap inflasi umum mencapai 0,06 persen. Sementara Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan meningkat menjadi 103,62, dan indeks harga yang diterima petani unggas naik ke 133,63—pencapaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Meski harga konsumen masih relatif di atas HAP sebelum Idulfitri, BPS mencatat 53 kabupaten/kota mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras pada pekan pertama Maret.

Surplus nasional ini diperkuat proyeksi Bapanas. Produksi dalam negeri yang mencapai 7,32 juta ton diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 6,47 juta ton.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 7 times, 1 visit(s) today