BBM E10 Segera Hadir, Gaikindo: Kendaraan Produksi Setelah 2000 Siap Jalan

BBM E10 Segera Hadir, Gaikindo: Kendaraan Produksi Setelah 2000 Siap Jalan

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 15 Oktober 2025 – 02:30 WIB

Pengunjung mengamati mobil yang sudah dimodifikasi yang hadir di ajang pameran Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/10/2025). (Foto: Antara)

Pengunjung mengamati mobil yang sudah dimodifikasi yang hadir di ajang pameran Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/10/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah menerapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis E10, yakni BBM yang mengandung 10 persen etanol.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, secara teknis kendaraan bermotor yang diproduksi sejak tahun 2000 umumnya sudah kompatibel dengan E10 tanpa perlu modifikasi tambahan.

“Kita sudah lama melakukan kajian, percobaan, dan berbagai macam. Kendaraan yang dibuat setelah tahun 2000 harusnya sudah mampu mengadopsi E10, tidak ada masalah,” ujar Kukuh kepada ANTARA, Selasa (23/9).

Menurut Kukuh, uji coba bahkan telah dilakukan hingga kadar etanol 20 persen (E20) tanpa kendala berarti. “Kita sudah buat percobaan sampai E20 pun tidak ada masalah. Di Brazil saja sudah bisa sampai E100, bahkan di sini pun kita sudah uji coba,” tambahnya.

Menuju Energi Bersih dan Terbarukan

Gaikindo menilai penerapan E10 sejalan dengan komitmen nasional menurunkan emisi karbon dan mempercepat transisi energi bersih.

“Tentu kita mendukung. Secara teknis itu oke, karena salah satu upaya menuju net zero emission dengan energi terbarukan, dan etanol itu bahan bakar yang bisa diperbarui,” kata Kukuh.

Saat ini pemerintah tengah menyusun roadmap implementasi E10, yang akan menjadi tonggak baru setelah keberhasilan program biodiesel.

Dimulai dari B10 (10 persen CPO dengan 90 persen solar), program tersebut kini sudah berkembang hingga B40 dan ditargetkan mencapai B50 pada 2026.

Menunggu Kesiapan Pabrik Etanol

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pelaksanaan E10 masih menunggu kesiapan produksi etanol domestik.

“Implementasi E10 akan dilakukan setelah pabrik etanol berbahan tebu dan singkong siap beroperasi. Ini juga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun industri etanol nasional,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi impor bahan bakar fosil sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor agrikultur dan energi terbarukan.

Dengan dukungan teknis dari industri otomotif dan kesiapan pemerintah membangun rantai pasok etanol, BBM E10 diproyeksikan menjadi tahap awal penting menuju kemandirian energi nasional.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today