Bea Cukai Digeledah Purbaya tak Banyak Bicara: Biarin aja lah

Bea Cukai Digeledah Purbaya tak Banyak Bicara: Biarin aja lah

Clara Medium.jpeg

Jumat, 24 Oktober 2025 – 18:21 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/10/2025). (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia).

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/10/2025). (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan proses penggeledahan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terkait dugaan korupsi POME (Palm Oil Mill Effluent) kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Biar aja lah, itu kan orang lab yang periksa katanya,” ujar Purbaya kepada wartawan z di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, kasus dugaan korupsi ekspor limbah minyak kelapa sawit pada 2022 lalu cukup berbelit-belit. Dia pun mengatakan kasus tersebut akan banyak perdebatan dari sisi pembuktian secara ilmiah.

“Complicated di lab itu, bukan, itu kan orang lab kan. Kelihatannya sisi ekspornya cukup canggih, tapi itu pasti akan debatable bukti ilmiahnya seperti apa saya enggak tahu. Biar aja proses berjalan,” tutur dia.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah dirinya yang melaporkan dugaan kasus korupsi tersebut ke Kejagung, Purbaya hanya melemparkan senyum.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal Kejaksaan Agung (Kejagung) yang beberapa waktu lalu melakukan sidak ke kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Purbaya mengaku, sebelum adanya sidak tersebut pihak Kejagung pernah bertanya kepadanya apakah pegawai nakal harus dilindungi atau tidak.

“Kita memang ada kerjasama dengan Kejagung kan. Dalam pengertian begini. Kejagung pernah bertanya, kalau ada yang salah di bea cukai dilindungi apa enggak?,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Terkait hal itu, Purbaya menegaskan tak akan melindungi pegawainya yang main-main. Dia meminta agar pegawai yang terbukti bersalah dapat diproses sesuai aturan.

“Saya bilang enggak, kalau salah-salah aja. Ini mungkin salah satu implementasi kerjasama itu,” kata dia.

Meski begitu dia membantah bahwa sidak tersebut merupakan bagian dari penangkapan besar-besaran. Terkait hasil sidak tersebut, dia akan berkoordinasi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kemenkeu, Djaka Budi Utama.

“Saya tunggu dari Pak Djaka kan lagi di daerah. Saya tunggu masuk informasi dari Pak Djaka untuk lebih lanjut,” tuturnya.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today