Teknisi China bersiap untuk mengambil sampel bulan dari kapsul Chang’e-6, yang dikirimkan ke Bumi pada 25 Juni 2024. (Foto: Xinhua/Jin Liwang)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dunia ilmu pengetahuan kembali diguncang oleh temuan monumental dari misi antariksa China. Tim ilmuwan yang meneliti sampel Bulan dari misi Chang’e-6 berhasil mengidentifikasi fragmen meteorit yang sangat langka dan berpotensi menulis ulang sejarah perpindahan materi di tata surya kita.
Ini bukan sekadar penemuan geologis biasa, melainkan kunci pembuka misteri asal-usul air di Bulan, bahkan mungkin di Bumi.
Studi yang dipimpin tim peneliti elite dari Guangzhou Institute of Geochemistry (GIG) di bawah Chinese Academy of Sciences (CAS) ini dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal bergengsi, Proceedings of the National Academy of Sciences.
Bulan: Arsip Alam Abadi
Mengutip Xinhua, Jumat (24/10/2025), sampel yang diteliti adalah 1.935,3 gram material yang dibawa pulang oleh Chang’e-6 pada 2024, menorehkan sejarah sebagai misi pertama yang sukses mengambil sampel dari sisi jauh Bulan –tepatnya dari Cekungan Kutub Selatan-Aitken (SPA), sebuah kawah purba terbesar, terdalam, dan tertua di Bulan.
Mengapa Bulan menjadi lokasi ideal untuk penemuan ini? Bulan hampir tidak memiliki atmosfer dan lempeng tektonik. Kondisi ini, ujar para ilmuwan, menjadikan Bulan sebagai ‘arsip alam’ abadi yang menyimpan catatan murni mengenai tumbukan asteroid purba tanpa terdegradasi.
Ini sangat kontras dengan Bumi, di mana sebagian besar jejak meteorit hilang karena proses geologis dan atmosfer.
Para peneliti menggunakan teknik canggih, termasuk pemeriksaan komposisi mineral dan isotop oksigen, untuk menganalisis tanah Bulan. Hasilnya mencengangkan: mereka mengonfirmasi fragmen-fragmen kecil itu berasal dari kondrit mirip CI (CI chondrite-like).
Kondrit CI: Pembawa Air dari ‘Luar’ Tata Surya
Kondrit CI (Carbonaceous Ivuna-type) adalah jenis meteorit yang luar biasa langka di Bumi, hanya menyumbang kurang dari satu persen dari seluruh meteorit yang pernah terkumpul. Keistimewaannya? Meteorit ini kaya air dan bahan organik, dan diperkirakan berasal dari bagian luar (outer) tata surya.
Penemuan ini memiliki implikasi ganda yang revolusioner.
Pertama, temuan ini mengindikasikan bahwa sistem Bumi-Bulan ternyata mengalami lebih banyak tumbukan meteorit kondrit karbon, yang membawa air, daripada yang pernah dihitung oleh para ilmuwan sebelumnya. Hal ini memaksa para ahli untuk merevisi model akresi primordial di tata surya bagian dalam (inner).
Kedua, yang paling penting, temuan ini memberikan jawaban potensial atas teka-teki asal usul air di permukaan Bulan. Lin Mang, salah satu peneliti GIG, menegaskan bahwa jejak kondrit CI menguatkan teori bahwa materi dari tata surya bagian luar bisa bermigrasi dan menjadi sumber pasokan air bagi Bulan dan mungkin juga Bumi pada masa awal pembentukannya.
Secara praktis, penelitian ini juga menjadi acuan metodologi yang sistematis untuk mengidentifikasi materi meteorit langka dalam sampel luar angkasa di masa depan.
Temuan China ini secara tak terhindarkan membuka arah baru dalam eksplorasi antariksa, khususnya untuk penelitian distribusi dan evolusi sumber daya air di Bulan.














