Bea Cukai terus memperkuat sinergi dengan berbagai aparat penegak hukum (APH) dan otoritas kepabeanan internasional guna meningkatkan efektivitas pengawasan, penegakan hukum, serta perlindungan masyarakat dan penerimaan negara.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan kerja sama pengawasan lintas batas dengan otoritas penegak hukum Kanada.
Langkah sinergis tersebut dilakukan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melalui kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Selasa (28/07/2026).
Kunjungan yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Agus Yulianto, tersebut diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Erich Folanda, serta Asisten Tindak Pidana Khusus, Ade Hermawan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara Bea Cukai dan Kejaksaan sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Kedua instansi membahas penguatan kolaborasi dalam penanganan perkara kepabeanan dan cukai, pengamanan penerimaan negara, serta berbagai tantangan penegakan hukum di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.
Sebagai instansi yang menjalankan fungsi community protector, industrial assistance, trade facilitator, dan revenue collector, Bea Cukai memiliki peran strategis dalam mengawasi lalu lintas barang, melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal dan berbahaya, memfasilitasi perdagangan serta industri, dan mengamankan penerimaan negara.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut, sinergi dengan APH menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan efektif, profesional, dan berkeadilan.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Agus Yulianto, menyampaikan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan fondasi penting dalam menjaga kepentingan negara sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui komunikasi dan koordinasi yang semakin erat dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga pelaksanaan tugas di bidang kepabeanan dan cukai dapat berjalan semakin optimal, khususnya dalam mengamankan penerimaan negara serta memberantas berbagai bentuk pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai,” ujarnya.
Selain itu, penguatan kerja sama penegakan hukum juga dilakukan Bea Cukai Belawan melalui penerimaan kunjungan delegasi Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dan Canada Border Services Agency (CBSA), Selasa (18/08/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pengawasan lintas batas antara Indonesia dan Kanada.
Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan kesiapan Bea Cukai untuk mendukung pertukaran informasi serta komunikasi dengan otoritas penegak hukum negara sahabat.
“Kami akan sangat senang berkomunikasi dan membantu dari segi informasi, komunikasi, dan koneksi,” ujarnya.
Dalam pertemuan yang dipimpin Kepala Seksi Bilateral II Direktorat Kerja Sama Internasional Kepabeanan dan Cukai, Muchsinin Husein, kedua delegasi membahas perkembangan pengawasan di kawasan perbatasan laut, khususnya terkait potensi pelanggaran hukum pada jalur pelayaran internasional.
Liaison Officer RCMP untuk Indonesia, Wahid Hamidi, turut menyampaikan perkembangan pemantauan terkait potensi aktivitas penyelundupan orang di jalur pelayaran kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, pertukaran informasi secara dini antarlembaga diperlukan untuk mengantisipasi potensi risiko sejak awal.
“Mohon bantuan Bea Cukai untuk menyampaikan bila ada informasi sekecil apa pun yang terkait dengan isu ini,” ujar Wahid.
Menanggapi hal tersebut, Agus Sujendro menyatakan bahwa setiap informasi yang disampaikan akan menjadi perhatian petugas Bea Cukai, baik yang bertugas di lapangan maupun dalam kegiatan patroli rutin.
Sementara itu, Liaison Officer CBSA untuk Indonesia, Mark Forde, menyampaikan apresiasi atas penerimaan Bea Cukai Belawan serta menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama kedua pihak.
Selain pengawasan, delegasi CBSA juga menawarkan peluang kerja sama dalam pengembangan kapasitas di bidang manajemen perbatasan, modernisasi, serta dukungan teknis.
Tawaran tersebut disambut positif oleh Bea Cukai Belawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pengawasan kepabeanan.
Penguatan sinergi dengan APH di dalam negeri dan otoritas penegak hukum internasional menunjukkan komitmen Bea Cukai untuk membangun jejaring kerja sama yang semakin solid dalam menghadapi dinamika kejahatan dan pelanggaran yang kian kompleks.
Koordinasi, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang, mengantisipasi kejahatan lintas batas, mengamankan penerimaan negara, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan dunia usaha.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Bea Cukai berkomitmen mendukung terciptanya penegakan hukum yang efektif dan profesional, menjaga keamanan jalur perdagangan dan pelayaran, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.











