Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo bersama jajarannya rapat dengan Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo buka suara terkait perbedaan data dana pemerintah daerah (Pemda) yang mengendap di perbankan, heboh beberapa waktu lalu
Perry menyebut, data tersebut bersumber dari laporan Bank Pembangunan Daerah (BPD). “Kalau data rekening Pemda di BPD ya kami terima dari BPD dan itu yang kami sampaikan, dan itu sama data pemerintah daerah, uangnya pemda di BPD itu reportnya ke kami dan itu juga kami sampaikan kepada Kemenkeu, itu yang kami lakukan,” ujar Perry dalam rapat bersama Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Informasi saja, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian buka suara terkait perbedaan data duit pemda yang parkir di perbankan. Di mana, ada selisih sebesar Rp18 triliun antara data Bank Indonesia (BI) dengan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Bedasakan data Pemda di BI, hingga 30 September 2025, duit pemda yang tersimpan di perbankan, mencapai Rp 233,97 triliun.
Sedangkan Direktort Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri mencatat, sebanyak 546 pemda menempatkan dananya di perbankan sebesar Rp215 triliun, per 17 Oktober 2025.
Mendagri Tito, menjelaskan, terdapat perbedaan waktu dalam penyampaian data simpanan pemda ini. “Data simpanan pemda di perbankan, bersifat dinamis dari waktu ke waktu, sehingga perbedaan waktu saat data disampaikan memengaruhi besarannya,” ungkapnya.












