BI Catat Duit Asing Tinggalkan Indonesia Rp7,71 Triliun di Pertengahan Januari 2026

BI Catat Duit Asing Tinggalkan Indonesia Rp7,71 Triliun di Pertengahan Januari 2026

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 17 Januari 2026 – 21:47 WIB

Logo Bank Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Logo Bank Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sepanjang 12-14 Januari 2026, Bank Indonesia (BI) melaporkan, modal asing senilai Rp7,71 triliun keluar dari pasar keuangan domestik Indonesia. Sebagian besar duit asing itu minggat lewat pasar surat berharga negara (SBN).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, duit asing yang keluar melalui SBN, mencapai Rp 8,15 triliun.

Pada saat yang sama, modal asing juga keluar melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), mencapai Rp2,64 triliun. Seiring itu, modal asing yang masuk ke Indonesia, melalui pasar saham sebesar Rp3,08 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 12–14 Januari 2026, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp7,71 triliun, terdiri dari jual neto Rp8,15 triliun di pasar SBN dan Rp2,64 triliun di SRBI, serta beli neto Rp3,08 triliun di pasar saham,” ucap Ramdan di Jakarta, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Secara kumulatif, kata dia, dari 1 Januari hingga 14 Januari 2026, telah terjadi transaksi nonresiden tercatat sebagai beli neto sebesar Rp5,33 triliun di SRBI dan Rp6,16 triliun di pasar saham. Serta terjadi aksi jual neto sebesar Rp9,91 triliun di pasar SBN.

Di mana tingkat imbal hasil (yield) SBN Indonesia bertenor 10 tahun, mengalami kenaikan menjadi 6,21 persen. Jauh di atas yield surat utang Amerika Serikat atau US Treasury Note bertenor 10 tahun yang hanya 4,132 persen pada Rabu (14/1).

Nilai premi risiko investasi (credit default swap) Indonesia 5 tahun naik menjadi 71,43 basis poin pada Rabu(14/1) dibandingkan posisi pada Jumat (9/1) yang sebesar 69,31 basis poin.

Sementara itu, data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan posisi nilai tukar rupiah adalah Rp16.880 per dolar AS pada Kamis (15/1/2026).

“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” kata Ramdan.

Visited 5 times, 1 visit(s) today