Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai pernyataan Badan Intelijen Negara (BIN) terkait pencarian dalang kerusuhan menunjukkan pendekatan negara yang masih berfokus pada aspek keamanan.
Ia menilai secara teknis aparat penegak hukum (APH) memiliki peluang untuk mengungkap aktor intelektual di balik kerusuhan. Namun, hal itu tak lepas dari sejumlah tantangan.
“Tantangannya ada pada transparansi dan kemauan politik,” kata Herry kepada Inilah.com, Jumat (5/9/2025).
Herry lantas menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil. Sebab, jika investigasi tidak melibatkan unsur independen seperti masyarakat sipil, maka upaya pencarian dalang bisa disalahgunakan.
“Jika investigasi tidak melibatkan unsur independen seperti masyarakat sipil, maka pencarian dalang bisa berisiko menjadi alat legitimasi atau pengalihan isu,” ujarnya.
Kendati demikian, Herry menyebut peluang untuk mengungkap dalang tetap terbuka. Apalagi dengan kekuatan dan wewenang APH yang luas.
“Kans itu ada, tapi harus disertai komitmen akuntabilitas,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala BIN Muhammad Herindra menyebut pihaknya masih menyelidiki dalang di balik kerusuhan di berbagai kota seperti aksi membakar gedung DPRD, markas-markas kepolisian, dan penjarahan terhadap rumah beberapa anggota DPR dan kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
“Nanti akan kita selidiki ya. Pokoknya akan kami (selidiki). Saya akan menyampaikan informasi yang penting kepada Bapak Presiden” ucap Herindra menjawab pertanyaan wartawan terkait dalang kericuhan saat dia ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Diketahui, Herindra dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis siang ke Istana Kepresidenan RI. Pada kesempatan itu dirinya ingin menyampaikan informasi yang penting kepada Presiden tanpa membocorkan isinya.














