Piala AFF 2026 bukan sekadar ajang perebutan gelar juara Asia Tenggara. Turnamen dua tahunan ini menjadi langkah awal bagi sejumlah negara di kawasan ASEAN untuk mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai tahun depan.
Turnamen yang diikuti 10 negara Asia Tenggara itu menjadi momentum penting bagi Indonesia, Vietnam, Thailand, Singapura, hingga Malaysia untuk menguji kekuatan tim sebelum menghadapi persaingan yang lebih berat di level Asia.
Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), Khiev Sameth, optimistis mimpi menghadirkan wakil Asia Tenggara di Piala Dunia bukan lagi sekadar angan-angan.
“Saya sangat percaya bahwa mimpi bersama untuk melihat negara Asia Tenggara lolos ke Piala Dunia FIFA kini semakin mungkin terwujud. Saya yakin Asia Tenggara akan mendapatkan tempat di panggung terbesar sepak bola dunia,” kata Khiev Sameth.
John Herdman Fokus Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Bagi Timnas Indonesia, Piala AFF 2026 juga menjadi bagian dari proyek jangka panjang yang dibangun di bawah pelatih John Herdman.
Pelatih asal Inggris yang sukses membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 itu menegaskan target utamanya bukan hanya memenangkan Piala AFF, tetapi mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.
“Setiap hari saya bangun, yang saya pikirkan adalah bagaimana meloloskan tim ini ke Piala Dunia. Inilah tempat yang saya inginkan. Saya ingin berada di sini ketika negara ini mengambil langkah bersejarah itu,” ujar Herdman.
Indonesia membuka langkah di Piala AFF 2026 dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Kamboja. Hasil tersebut memperlihatkan perkembangan permainan Garuda di bawah arahan Herdman yang mulai menemukan identitas taktiknya.
Naturalisasi Jadi Bagian Proyek Jangka Panjang
Dalam upaya meningkatkan daya saing, PSSI terus memperkuat Timnas Indonesia melalui program naturalisasi pemain keturunan.
Sepanjang Juli 2026, Indonesia merampungkan proses naturalisasi dua pemain kelahiran Australia, yakni Mitchell Baker dan Luke Vickery.
Debut Baker langsung menjadi sorotan setelah penyerang berusia 19 tahun itu mencetak hattrick ke gawang Kamboja dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan naturalisasi merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan prestasi Indonesia di berbagai ajang internasional.
“Kami memiliki target besar untuk SEA Games, Asian Games, Olimpiade, bahkan Piala Dunia. Melalui kolaborasi ini kami akan terus meningkatkan prestasi olahraga Indonesia dan menyambut siapa pun yang siap mengibarkan Merah Putih dengan bangga,” kata Erick.
Vietnam dan Thailand Juga Bidik Piala Dunia
Ambisi tampil di Piala Dunia 2030 tidak hanya dimiliki Indonesia. Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, juga mengaku terinspirasi setelah menyaksikan Piala Dunia 2026.
Mantan pemain Timnas Korea Selatan itu berharap anak asuhnya suatu saat bisa tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
“Kami menonton Piala Dunia bersama-sama. Kami melihat begitu banyak pertandingan hebat dan kami semua bermimpi bisa bermain di sana suatu hari nanti,” ujar Kim.
Sementara itu, Thailand yang merupakan pemegang rekor tujuh gelar juara Piala AFF juga memasang target tinggi. Pelatih Anthony Hudson mengatakan tekanan besar justru menjadi motivasi untuk membawa Negeri Gajah Putih kembali berjaya sekaligus bersaing di level Asia.
Piala Asia 2027 Jadi Agenda Berikutnya
Usai Piala AFF 2026 berakhir pada Agustus mendatang, fokus empat negara ASEAN yang lolos ke putaran final Piala Asia 2027, yakni Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Singapura, akan beralih ke turnamen kontinental yang digelar di Arab Saudi mulai Januari 2027.
Piala Asia akan menjadi tahapan penting berikutnya sebelum seluruh negara Asia memasuki babak kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dengan fondasi yang mulai dibangun sejak sekarang, Indonesia berharap mampu mewujudkan ambisi besar mengakhiri penantian panjang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sebagai negara merdeka.














