Bukan karena Gagal Juara, Apa Alasan Scaloni Ingin Mundur dari Timnas Argentina?

Bukan karena Gagal Juara, Apa Alasan Scaloni Ingin Mundur dari Timnas Argentina?

Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni belum memastikan akan tetap menangani Albiceleste setelah kontraknya berakhir pada penghujung 2026. Pernyataan itu disampaikan usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022 di Qatar.

Scaloni Masih Pertimbangkan Masa Depannya

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Scaloni mengaku belum mengambil keputusan mengenai masa depannya.

Pelatih berusia 48 tahun itu mengatakan akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Saya akan berbicara dengan presiden, tetapi saya kurang lebih sudah memiliki gambaran mengenai apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya, lalu kita lihat nanti,” ujar Scaloni.

Ia mengaku membutuhkan waktu untuk merenung setelah menjalani perjalanan panjang bersama Argentina.

“Sejujurnya saya merasa perlu berpikir. Saya tidak tahu apakah kami bisa melakukan sesuatu yang sebesar ini lagi. Kami harus berbicara. Saya berterima kasih kepada Presiden AFA karena telah memberi saya kesempatan berada di posisi yang menjadi impian banyak orang.”

Tersentuh Saat Mengenang Perjalanan Bersama Argentina

Scaloni tak mampu menyembunyikan emosinya ketika mengenang perjalanan panjangnya bersama Tim Tango.

Menjelang akhir konferensi pers, ia terlihat menahan tangis saat berbicara mengenai skuad yang telah dibangunnya sejak mengambil alih tim nasional pada 2018.

“Tempat ini luar biasa. Untuk melanjutkan, banyak hal yang dibutuhkan. Kami perlu memulai lagi dan membangun kelompok seperti ini, yang sangat sulit untuk dibentuk kembali. Hati saya sakit. Saya minta maaf.”

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain yang telah berjuang sepanjang turnamen.

“Saya harus berterima kasih kepada kelompok pemain ini. Mereka adalah para pejuang.”

Generasi Emas Argentina Mulai Menua

Perjalanan Argentina menuju final Piala Dunia 2026 tidak berlangsung mudah.

Albiceleste harus bangkit dari ketertinggalan dalam beberapa laga fase gugur, termasuk saat menghadapi Tanjung Verde, Mesir, dan Inggris.

Namun, di partai puncak mereka kesulitan mengimbangi permainan Spanyol yang tampil dominan sepanjang 120 menit pertandingan.

Scaloni mengakui bahwa timnya menghadapi tantangan besar karena sebagian besar pemain inti merupakan anggota skuad juara Piala Dunia 2022.

Sebanyak delapan dari sebelas pemain starter di final 2026 juga tampil pada final empat tahun sebelumnya di Qatar.

Faktor usia dan padatnya perjalanan menuju final membuat Argentina kesulitan mempertahankan intensitas permainan menghadapi La Roja.

Era Scaloni Sarat Prestasi

Sejak ditunjuk sebagai pelatih sementara pada 2018, Lionel Scaloni berhasil mengubah Argentina menjadi salah satu kekuatan paling dominan di sepak bola internasional.

Di bawah kepemimpinannya, Argentina meraih Copa America 2021, Piala Dunia 2022, Copa America 2024, dan membawa tim kembali mencapai final Piala Dunia 2026.

Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, pencapaian tersebut menempatkan Scaloni sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Timnas Argentina.

Visited 3 times, 1 visit(s) today