Bukti Rakyat Makin Melek Keuangan Digital, BI: Transaksi BI-Fast Tembus Rp3.024 Triliun

Bukti Rakyat Makin Melek Keuangan Digital, BI: Transaksi BI-Fast Tembus Rp3.024 Triliun

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 22 Oktober 2025 – 22:09 WIB

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/8/2025). (Foto: Clara/Dok TVParlemen).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/8/2025). (Foto: Clara/Dok TVParlemen).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ada perkembangan mengejutkan atas transaksi ritel berbasis digital yang difasilitasi Bank Indonesia (BI), bertajuk BI Fast. Volume transaksinya bergerak hingga di atas Rp3.000 triliun di triwulan III-2025.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa volume transaksi ritel yang difasilitasi Bank Indonesia Fast Payment (BI-Fast) mengalami pertumbuhan 32,34 persen secara tahunan alias year on year (yoy), menjadi 1,22 miliar transaksi. Nilainya mencapai Rp3.024,1 triliun, atau Rp3,02 kuadriliun di triwulan III-2025.

“Volume transaksi retail yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.223,8 juta atau tumbuh 32,34 persen (yoy), nilai transaksi menyentuh Rp3.024,1 triliun pada triwulan III 2025,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2025 secara daring di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Sedangkan volume transaksi nilai besar yang diproses melalui Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) mencapai 2,76 juta transaksi, dengan total nilai mencapai Rp56,42 kuadriliun pada triwulan III-2025. Di mana, setiap kuadriliun setara dengan Rp1.000 triliun.

Secara keseluruhan, Perry mengatakan volume transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar transaksi, atau tumbuh 38,08 persen (yoy), seiring dengan perluasan kanal dan penerimaan pembayaran digital di masyarakat.

Ia menuturkan, volume transaksi melalui aplikasi mobile banking dan internet banking masing-masing tumbuh sebesar 13,11 persen dan 17,80 persen (yoy).

Transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melonjak signifikan hingga 147,65 persen (yoy), didukung oleh peningkatan jumlah pengguna serta perluasan jaringan merchant di berbagai sektor ekonomi.

Sementara itu, jumlah Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) juga naik 13,49 persen (yoy), menjadi Rp1,2 kuadriliun.

Perry menilai, data tersebut mencerminkan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan III-2025, terus tumbuh menguat, aman, efisien, dan andal, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.

Ia menyatakan, infrastruktur yang stabil tercermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada triwulan III-2025.

Pihaknya pun berkomitmen untuk menjaga ketersediaan uang layak edar hingga ke pelosok Tanah Air untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Bank Indonesia berkomitmen terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI termasuk daerah terdepan, terluar, dan terpencil,” kata Perry.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today