Chelsea Dibantai 2-5 dari PSG, Rosenior Tetap Bela Kiper Filip Jorgensen

Chelsea Dibantai 2-5 dari PSG, Rosenior Tetap Bela Kiper Filip Jorgensen

Pelatih Chelsea Liam Rosenior tetap membela keputusan menurunkan Filip Jorgensen sebagai penjaga gawang utama meski timnya kalah telak 2-5 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3) dini hari WIB. Laga yang berlangsung di Paris itu membuat Chelsea berada dalam posisi sulit menjelang leg kedua di Stamford Bridge.

Rosenior sebelumnya membuat kejutan dengan menurunkan Jorgensen menggantikan kiper utama Robert Sánchez. Keputusan tersebut menuai sorotan setelah kesalahan Jorgensen berkontribusi pada gol ketiga PSG yang mengubah skor menjadi 3-2 untuk tuan rumah.

Meski demikian, Rosenior menegaskan bahwa kesalahan individu merupakan bagian dari sepak bola dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyalahkan pemain.

“Sánchez dan Jorgensen memiliki kualitas berbeda. Rob sangat bagus dalam mengantisipasi bola silang dan penyelamatan tembakan. Filip juga punya kualitas luar biasa,” kata Rosenior kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa Jorgensen sudah mengakui kesalahannya di ruang ganti. “Pemain kadang membuat kesalahan. Filip bukan yang pertama. Itu bagian dari sepak bola, dan dia sudah mengangkat tangannya di ruang ganti.”

PSG Menggila di 15 Menit Terakhir

Chelsea sebenarnya sempat memberi perlawanan dan terlihat akan membawa pulang hasil imbang 2-2 dari Paris. Namun situasi berubah drastis pada 16 menit terakhir pertandingan.

Dua gol dari Khvicha Kvaratskhelia dan satu gol Vitinha membuat PSG menjauh dan menutup laga dengan kemenangan 5-2. Rosenior menilai timnya kehilangan ketenangan ketika menghadapi tekanan pada akhir pertandingan.

“15 sampai 20 menit terakhir sangat kacau, dan itu tanggung jawab saya. Kami harus lebih tenang ketika menghadapi situasi sulit,” ujarnya.

Chelsea Hadapi Tugas Berat di Leg Kedua

Dengan selisih tiga gol, Chelsea kini menghadapi tugas berat pada leg kedua di London. Rosenior mengakui peluang timnya semakin sulit, namun ia menolak menyerah.

“Dua gol masih membuat peluang terbuka. Tiga gol membuatnya jauh lebih sulit, tetapi bukan berarti mustahil,” kata Rosenior.

Ia juga menyoroti kualitas lini serang PSG yang dihuni pemain-pemain top seperti Ousmane Dembélé, Bradley Barcola, Désiré Doué, dan Kvaratskhelia. Menurutnya, menghadapi pemain dengan kualitas tersebut menuntut konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan.

Chelsea kini harus tampil sempurna di Stamford Bridge jika ingin membalikkan keadaan dan menjaga peluang melaju ke perempat final Liga Champions.

Visited 6 times, 1 visit(s) today