Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjawab pertanyaan wartawan terkait #KaburAjaDulu saat dia ditemui setelah menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2025). (Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membuka Program Pemagangan Nasional yang bergaji setara Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Program ini khusus menyasar lulusan baru dari perguruan tinggi.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi fresh graduate, serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.
Dalam hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong perluasan akses magang yang tidak hanya melibatkan perusahaan swasta dan BUMN, tetapi juga kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Di batch 2 ini, Kemnaker mendorong perluasan akses magang tidak hanya perusahaan swasta dan BUMN tetapi juga kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah,” kata Yassierli di Jakarta, dikutip Kamis (30/10/2025).
Selama enam bulan masa pemagangan, kata dia, peserta akan menerima uang saku setara UMK yang disalurkan melalui Bank Himbara, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang ditanggung pemerintah.
Program Pemagangan Nasional ini menjadi bagian dari delapan paket stimulus ekonomi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada kuartal IV 2025, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp396 miliar guna mendukung program ini, dengan alokasi masing-masing Rp198 miliar untuk tahun 2025 dan 2026.
Pendaftaran program dilakukan secara daring melalui laman siapkerja.kemnaker.go.id. Tidak ada syarat tambahan untuk mengikuti program ini.
“Untuk diketahui bahwa keterlibatan perusahaan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pembangunan sosial dan ekonomi bangsa,” ujarnya.
Sebagai informasi, program ini merupakan kelanjutan dari Batch 1 yang telah diikuti oleh 20.000 peserta sejak 13 Oktober 2025 lalu. Pada Batch 2, pemerintah menargetkan sekitar 80.000 lulusan baru dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti program pemagangan di berbagai sektor industri.
Tahapan pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 dimulai pada 24 Oktober–5 November 2025 untuk pendaftaran penyelenggara dan pengusulan program, disusul 6–12 November 2025 untuk pendaftaran calon peserta. Seleksi calon peserta akan berlangsung 12–20 November 2025, dengan pengumuman dan penetapan peserta pada 21 November 2025, sebelum resmi dimulai pada 24 November 2025.














