Laga krusial perebutan peringkat ketiga Eredivisie antara Ajax Amsterdam dan NEC Nijmegen di Johan Cruyff ArenA pada Sabtu (21/2) malam berakhir tanpa pemenang. Hasil imbang 1-1 ini membuat kedua tim gagal memberikan tekanan berarti kepada Feyenoord yang duduk di peringkat kedua.
Laga ini menjadi sorotan khusus karena kiper berdarah Indonesia, Maarten Paes, tampil sejak menit pertama mengawal gawang Ajax. Ia masuk menggantikan Vitezslav Jaros yang harus absen hingga akhir musim bersama bek kiri Oleksandr Zinchenko karena cedera.
Godts Manfaatkan Blunder di Babak Pertama
Ajax, yang berambisi merebut kembali posisi ketiga dari tangan NEC, tampil dengan gelandang Kian Fitz-Jim menggantikan kapten Davy Klaassen. Fitz-Jim hampir membuka keunggulan di awal laga lewat serangan balik cepat, namun tembakannya berhasil ditepis dengan refleks luar biasa oleh kiper NEC, Gonzalo Crettaz.
Setelah peluang tersebut, kreativitas Ajax justru menurun. NEC sempat mengambil alih kendali dan mencetak gol lewat Sami Ouaissa, namun dianulir karena offside.
Satu menit setelah Maarten Paes sukses menggagalkan peluang one-on-one striker NEC, Bryan Linssen, Ajax akhirnya memecah kebuntuan. Mika Godts sukses memanfaatkan kesalahan ketiga dari gelandang NEC asal Jepang, Kodai Sano. Tembakan kedua Godts di tengah kotak penalti yang padat membuahkan gol ke-13 baginya musim ini.
“Penyakit” Babak Kedua Ajax Kumat
Memasuki babak kedua, performa Ajax kembali merosot. Paes langsung diuji oleh tembakan roket Tjaronn Chery yang sukses ia bendung. Namun, dari sepak pojok yang dihasilkan, gawang Paes akhirnya kebobolan.
Gelandang asal Serbia, Darko Nejasmic, berhasil melepaskan tembakan meski dalam posisi terjatuh. Bola yang sempat berbelok arah (deflection) meluncur masuk ke sudut gawang tanpa bisa dijangkau Paes.
Gol ini semakin mempertegas kelemahan pertahanan Ajax musim ini. Tim raksasa Amsterdam itu kini telah kebobolan 11 gol di 15 menit pertama babak kedua, menyumbang lebih dari sepertiga total kebobolan mereka di Eredivisie sejauh ini (31 gol).
Drama Menit Akhir dan Kepahlawanan Paes
NEC nyaris berbalik unggul dua menit setelah gol Nejasmic, beruntung sundulan Sami Ouaissa hanya membentur tiang dekat gawang Paes.
Ajax nyaris tanpa peluang berarti di paruh kedua. Peluang emas baru tercipta di menit ke-89 saat Mika Godts tinggal berhadapan dengan Eli Dasa. Alih-alih mengoper ke Wout Weghorst yang berdiri bebas di sisi kiri, Godts bersikap egois dan tembakannya justru melebar.
Di masa injury time, Maarten Paes muncul sebagai penyelamat. Ia melakukan refleks krusial untuk menggagalkan sundulan bek asal Turki, Ahmetcan Kaplan—pemain Ajax yang sedang dipinjamkan ke NEC—sekaligus memastikan kedua tim berbagi satu angka.
Hasil ini membuat Feyenoord memiliki peluang untuk menjauh dengan selisih 5 poin di peringkat kedua. Sementara itu, NEC tetap bertahan di peringkat ketiga, unggul selisih gol atas Ajax di peringkat keempat.
Rangkuman Pertandingan
Skor Akhir: Ajax 1-1 NEC Nijmegen
Pencetak Gol:
Ajax: Mika Godts (Babak Pertama).
NEC: Darko Nejasmic (Awal Babak Kedua).
Statistik Kunci: Ajax kebobolan 11 gol pada 15 menit pertama babak kedua musim ini.
Momen Krusial: Penyelamatan one-on-one Maarten Paes (vs Linssen) dan blok refleks krusial di injury time (vs Kaplan).
Posisi Klasemen: NEC (Peringkat 3), Ajax (Peringkat 4) – Poin sama, kalah selisih gol.












