Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang juga Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) buka suara terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto menyodorkan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) ke DPR.
Purbaya mengaku sudah mengenal cukup dekat dengan Destry. Sejak masih menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya adalah mitra kerja Destry yang menjabat Deputi Gubernur Senior BI.
“Ya bagus, dia kan pengalamannya cukup. Kebetulan, kami cukup dekat. Waktu saya Ketua Dewan Komisioner LPS, dia kan ex-officio dari bank sentral di LPS,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dia pun mengatakan, kerja sama dengan Destry, bukan menjadi kendala karena itu tadi. Sudah terbiasa bekerja sama sejak lama. Sehingga, koordinasi urusan fiskal dan moneter antara Kemenkeu dengan BI, bisa berjalan dengan baik. “Jadi, saya pikir ini bagus. Kita sudah terbiasa berkoordinasi dan kerja sama dengan baik. Jadi enggak ada masalah,” kata dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menyodorkan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk diproses di DPR RI.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ditegaskan bahwa pemerintah tidak menyertakan opsi nama lain dalam Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan ke parlemen.
Saat ini, Destry memegang tongkat komando sebagai Pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI. Namanya tunggal ya, satu nama yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang beliau menjabat sebagai Pjs Gubernur BI,” tegas Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











