Dewan Bisnis RI-Prancis Terbentuk, Rosan: Tingkatkan Kepercayaan Pasar dan Potensi Perdagangan

Dewan Bisnis RI-Prancis Terbentuk, Rosan: Tingkatkan Kepercayaan Pasar dan Potensi Perdagangan

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 30 Mei 2026 – 11:51 WIB

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani.(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani.(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi dengan Prancis melalui peluncuran France–Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC). Targetnya, perdagangan dengan Prancis bisa melompat 3 kali lipat pada 2035. Serta, meningkatkan kepercayaan pasar dan pelaku bisnis.

Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi ini dilakukan pada 28 Mei 2026 di Paris, disaksikan langsung Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Prancis Emmanuel Macron, saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis.

“Pembentukan France-Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani dikutip Sabtu (30/5/2026).

Menurut Rosan, forum bisnis ini, tidak hanya menjadi ruang dialog antar pelaku usaha. Namun juga dirancang sebagai instrumen strategis untuk mempercepat investasi dan perdagangan dua arah.

“Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” katanya.

FI-HLBC ini, kata dia, mempertemukan sekitar 30 pimpinan industri dan perusahaan besar dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$1,3 triliun, atau sekitar Rp23,23 kuadriliun.

Dewan bisnis tersebut dipimpin bersama oleh CEO Danone sekaligus Chair France–Indonesia Business Council MEDEF International Antoine de Saint-Affrique dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie.

Momentum peluncuran dewan bisnis ini, menurut Rosan, menghasilkan empat kesepakatan komersial baru, senilai US$3,5 miliar. Kesepakatan itu difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan. “Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat,” ujar Rosan.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan Indonesia semakin dipandang sebagai mitra strategis dengan prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang kompetitif.

“Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” katanya.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan Prancis termasuk salah satu investor utama Eropa di Indonesia, terutama pada sektor energi, manufaktur, transportasi, dan infrastruktur.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia-Prancis dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami tren peningkatan.

Rosan mengatakan tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai kesepakatan investasi benar-benar terealisasi di lapangan. Menurutnya, FI-HLBC akan memiliki fungsi penting untuk mengawal implementasi nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya.

Pada kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, kedua negara tercatat menandatangani 27 nota kesepahaman dengan nilai lebih dari US$11 miliar.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” lanjutnya.

Pemerintah Indonesia dan Prancis menargetkan FI-HLBC menjadi platform permanen untuk memperkuat koridor ekonomi bilateral, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis seperti hilirisasi industri, energi transisi, manufaktur, teknologi, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global,” tandas Rosan.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 10 times, 1 visit(s) today