Ilustrasi begadang. (Foto: Freepik)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sudah menjaga pola makan ketat dan rutin berolahraga, namun jarum timbangan tak kunjung bergerak ke kiri? Jangan buru-buru menyalahkan menu diet atau intensitas latihan Anda. Masalah utamanya bisa jadi sangat sederhana namun sering diabaikan: kebiasaan tidur larut malam alias begadang.
Dr. Amit Saraf, Direktur Penyakit Dalam di Jupiter Hospital, India, memberikan peringatan keras. Menurutnya, tidur larut malam adalah bentuk sabotase paling fatal terhadap upaya penurunan berat badan. Kebiasaan ini mampu merusak metabolisme, mengacaukan hormon, hingga menghambat pencernaan, bahkan pada orang yang paling disiplin berolahraga sekalipun.
Jebakan Hormon Kortisol
Mengapa begadang begitu berbahaya bagi diet? Dr. Saraf menjelaskan bahwa tubuh memiliki ritme biologis alami.
“Setelah sekitar pukul 22.30, tubuh perlahan memasuki fase alami ‘perlambatan pencernaan’. Jika seseorang memaksa tetap terjaga, tubuh akan berada dalam kondisi stres. Ini memicu lonjakan kadar kortisol,” jelasnya seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (16/2/2026).
Kortisol adalah hormon stres. Saat kadarnya tinggi di malam hari, mekanisme tubuh berubah drastis:
- Penyimpanan lemak menjadi lebih mudah.
- Pembakaran lemak melambat signifikan.
- Tubuh menolak membakar kalori, tak peduli seberapa sehat makanan yang Anda konsumsi.
“Inilah alasan mengapa orang yang makan dengan baik pun masih kesulitan menurunkan berat badan,” tegas Dr. Saraf.
Fase Kekacauan Metabolisme
Waktu adalah kunci. Tubuh manusia memiliki ‘jam emas’ untuk perbaikan metabolisme paling efisien, yakni antara pukul 23.00 hingga 03.00 dini hari.
Jika Anda baru tidur setelah jam tersebut, tubuh akan memasuki apa yang disebut Dr. Saraf sebagai “fase kekacauan metabolisme”. Dampaknya berantai hingga keesokan harinya:
- Kontrol gula darah melemah: Sarapan sehat pun bisa memicu lonjakan insulin yang tinggi.
- Hormon lapar bingung: Keinginan makan karbohidrat dan porsi berlebih akan meningkat drastis.
- Detoksifikasi macet: Proses pembersihan alami tubuh terhambat, menyebabkan perut kembung dan pencernaan lambat.
Solusi Sederhana
Untuk keluar dari lingkaran setan ini, Dr. Saraf menyarankan agar waktu tidur dikembalikan ke jalur yang benar, yakni sebelum pukul 23.00.
Lakukan penyesuaian secara bertahap dengan memajukan jam tidur 15-20 menit setiap malam. Selain itu, pastikan makan malam selesai tiga jam sebelum tidur, kurangi paparan layar gawai (screen time), dan redupkan lampu kamar agar kualitas tidur tetap terjaga.














