Dukung Iran Lawan AS-Israel: Rakyat Kashmir Donasikan Perhiasan hingga Ternak

Dukung Iran Lawan AS-Israel: Rakyat Kashmir Donasikan Perhiasan hingga Ternak

Di tengah kecamuk perang antara koalisi AS-Israel melawan Iran yang kini memasuki pekan keempat, sebuah pemandangan mengharukan muncul dari lembah Kashmir. Meski hidup dalam himpitan pendudukan militer yang brutal, rakyat Kashmir justru bahu-membahu mengirimkan bantuan untuk Teheran.

Laporan dari Al Mayadeen menyebutkan, kemurahan hati ini melampaui logika ekonomi. Rakyat Kashmir memberikan apa yang mereka punya: perhiasan emas warisan turun-temurun, peralatan tembaga dari dapur, hewan ternak, hingga tanah milik pribadi. Tak ketinggalan, anak-anak kecil pun ikut memecahkan celengan demi menyumbang uang receh mereka.

Simbol Perlawanan Rakyat Tertindas

Bagi penduduk di wilayah yang disebut-sebut sebagai salah satu zona paling termiliterisasi di dunia ini, menyumbang ke Iran bukan sekadar aksi kemanusiaan biasa. Ini adalah pernyataan politik.

“Di desa dan keluarga saya, hampir setiap wanita menyumbangkan perhiasan mereka. Ada yang menyumbang kendaraan, bahkan tanah. Mereka ingin mengirim bantuan ke Iran dengan cara apa pun,” ujar seorang pelajar dalam wawancaranya dengan media internasional.

Aksi ini bermula dari wilayah Budgam dan Baramulla. Relawan muda bergerak dari rumah ke rumah mengumpulkan donasi tepat setelah perayaan Idul Fitri. Bahkan, seorang anggota parlemen setempat rela menyerahkan satu bulan gajinya sebagai bentuk solidaritas.

post-cover

‘Iran-e-Sagheer’: Ikatan Batin yang tak Terputus

Mengapa Kashmir begitu gigih mendukung Iran? Jawabannya ada pada sejarah. Wilayah ini lama dijuluki sebagai ‘Iran-e-Sagheer’ atau ‘Iran Kecil’. Hubungan budaya, bahasa, dan spiritual antara Kashmir dan Persia telah terjalin selama berabad-abad sejak Islam disebarkan oleh para wali dari Persia ke lembah tersebut.

Bagi jutaan warga Kashmir, sosok Ayatullah Ali Khamenei bukan sekadar pemimpin politik, melainkan otoritas spiritual tertinggi. Kabar wafatnya sang pemimpin pada 28 Februari lalu sempat memicu kerusuhan besar di Kashmir, yang dihadapi pasukan keamanan India dengan gas air mata dan pemblokiran internet.

Benang Merah Penindasan

Warga Kashmir sadar bahwa musuh yang membom Iran hari ini adalah pihak yang sama yang mempersenjatai penjajah mereka. India diketahui sebagai pembeli terbesar peralatan militer Israel—mulai dari drone hingga teknologi pengawasan yang digunakan untuk memantau kehidupan sehari-hari di Srinagar.

“Kami memahami penderitaan setiap orang yang menghadapi ketidakadilan karena kami sendiri mengalaminya selama berabad-abad,” tegas mahasiswa tersebut.

Meski ditekan dengan jam malam dan pos pemeriksaan yang ketat, warga Kashmir tetap menemukan celah untuk bersuara. Jika mereka dilarang turun ke jalan untuk protes, mereka melakukan perlawanan lewat harta benda.

post-cover

Respons Menyentuh dari Teheran

Aksi heroik rakyat tertindas ini tidak luput dari perhatian pemerintah Iran. Melalui akun resmi di platform X, Kedutaan Besar Iran menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.

“Dengan hati penuh rasa syukur, kami berterima kasih kepada rakyat Kashmir yang baik hati. Kebaikan ini tidak akan pernah terlupakan,” tulis pihak kedutaan.

Cerita tentang pengorbanan rakyat Kashmir kini viral di media sosial Iran, memicu kekaguman besar dari warga Teheran yang melihat bahwa di belahan dunia lain, ada saudara mereka yang meski hidup susah, tetap rela berbagi luka.

Visited 5 times, 1 visit(s) today