PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya mendukung program pemerintah sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Kalbe. Pemeriksaan kesehatan dasar dilakukan dalam 243 kegiatan selama periode Januari-Juli 2025, dengan total peserta 9.102 orang.
Kalbe juga menyediakan konsultasi kesehatan, dan sebanyak 23,6 persen dari jumlah peserta tersebut (sebanyak 2.151 orang) disarankan mengonsumsi vitamin atau suplemen untuk membantu mengoptimalkan kesehatan tubuh.
Program CKG diharap bermanfaat untuk mendeteksi dini berbagai penyakit, mencegah dan menangani faktor risiko, kemudahan penanganan medis, hingga menurunkan biaya kesehatan yang diperlukan di kemudian hari.
“Kami berharap CKG yang dilakukan Kalbe juga bisa meningkatkan upaya preventif sebab dilengkapi dengan edukasi pentingnya konsumsi vitamin dan suplemen yang tepat,” ujar Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulialie, Kamis (4/9/2025).
Kalbe memperhatikan kesehatan anggota keluarga yang sehari-hari berinteraksi dengan pihak luar. Dalam hal ini, risiko penularan penyakit di anggota keluarga, seperti antara anak-anak dengan teman sekolah, maupun orang tua dengan teman kantor.
Karena itu, Kalbe secara rutin memberikan edukasi serta informasi mengenai kesadaran (awareness) melalui karyawan perkantoran, komunitas, sekolah, serta masyarakat. Salah satunya dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan (CKG) dasar.
Pada program CKG dasar, terdapat tujuh jenis pemeriksaan yang dilakukan Kalbe. Di antaranya, pemeriksaan usia biologis tubuh (BMI), tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, kolesterol LDL, asam urat, dan kepadatan tulang (BMD).
Pemeriksaan tensi, gula darah sewaktu, serta screening kepadatan tulang/BMD diselenggarakan gratis untuk 70 karyawan PT MAP Zona Adiperkasa dan 80 karyawan BNI (Bank Negara Indonesia).
“Kalbe melalui divisi Direct To Customer (DTC) gencar untuk meningkatkan kesadaran kesehatan terhadap segmen usia produktif. Gaya hidup menjadi tantangan utama di tengah padatnya waktu Generasi Milenial dan Generasi Z dalam berkarya, sehingga sangat rentan terhadap sindrom metabolik seperti obesitas dan kolesterol tinggi.
“Kami berharap edukasi dan pemeriksaan kesehatan dasar seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat diharapkan dapat menjadi pendorong gaya hidup sehat bagi kaum usia produktif agar bisa menikmati masa tua dengan bahagia,” ucap Head of Direct To Customer (DTC) Pharma Kalbe, Redho Meisudi.
Selain menyasar karyawan perusahaan, Kalbe melalui KALGen Innolab dan Regenic Stem Cell by Kalbe juga melakukan penyediaan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya kepada 81 warga Perumahan Taman Permata Buana, Puri, Jakarta Barat, berupa deteksi dini sepuluh jenis kanker (kanker payudara, paru, usus besar, lambung, hati dan saluran empedu, ovarium, pankreas, kerongkongan, kepala dan leher, serta endometrium).
Kemudian, Medical Check Up (MCU) by KALGen Innolab (glukosa darah, HbA1C, kolesterol total, HDL-kolesterol, LDL-kolesterol, kreatinin, asam urat, SGOT, SGPT, ureum, trigliserida), serta tensi dan cek gula darah sewaktu. Aktivitas ini juga dilengkapi edukasi pemeriksaan kesehatan melalui genetik dan terapi kesehatan menggunakan stem cell.
“Sebagai bagian dari Kalbe, KALGen Innolab selalu berinovasi dengan menyediakan layanan pemeriksaan berbasis genomik untuk mengetahui risiko penyakit, serta kebutuhan nutrisi dan olahraga, yang bersifat personal sesuai dengan profil genetik masing-masing individu. Sehingga, dapat dilakukan tindakan pencegahan penyakit dan perbaikan gaya hidup. Kami meyakini layanan inovatif GENME Life dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” jelas Head of Sales and Marketing PT Innolab Sains International, Lina Chen.
GENME Life adalah salah satu pemeriksaan genetik unggulan dari KALGen Innolab yang memeriksakan 112 gen dengan 14 panel kesehatan. Pemeriksaan genetik ini untuk mengetahui kebutuhan nutrisi, rekomendasi olahraga, respons tubuh terhadap makanan, serta risiko penyakit metabolik. Pemeriksaan ini hanya perlu dilakukan sekali dalam seumur hidup sehingga tes ini merupakan investasi kesehatan jangka panjang.
Kalbe juga memperhatikan salah satu inovasi medis yang tengah menjadi sorotan, yakni stem cell dan secretome. Teknologi ini memiliki potensi memperbaiki jaringan tubuh, mengurangi peradangan, dan mendukung regenerasi sel, sehingga membantu memperlambat proses penuaan serta meningkatkan kualitas hidup.
“Potensi terapi ini sangat besar, tapi keamanan dan kualitas harus menjadi prioritas. Masyarakat perlu memastikan stem cell dan secretome yang digunakan diproduksi di fasilitas bersertifikat CPOB, memiliki izin resmi Kemenkes, sumber sel yang jelas dari donor sehat, serta dilengkapi hasil uji laboratorium yang membuktikan keamanan dan efektivitasnya,” tutur Market Development Executive Regenic Stem Cell by Kalbe, Ignatius James Irawan.
James menambahkan, pemilihan produk yang tepat juga harus mempertimbangkan siapa yang memberikan terapi. Maka dari itu, perlu dipastikan terapi stem cell dilakukan oleh dokter berlisensi di fasilitas kesehatan resmi. James menekankan pentingnya tidak tergiur harga murah atau klaim berlebihan tanpa bukti ilmiah. Hal ini menyangkut kesehatan dan keselamatan jangka panjang.
Selain melakukan CKG terhadap karyawan MAP, BNI, dan warga di salah satu perumahan Puri, Kalbe juga melakukan CKG di lokasi lain. Di antaranya, BRI Life, Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Rawamangun, Komunitas Line Dance Mampang, Warga Perumahan Taman Kembangan Utara Jakarta Barat, Radio Republik Indonesia, Gereja Katolik St. Yoseph Paroki Matraman, dan Health Collaboration Activities 2025 yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Rangkaian program pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan upaya Kalbe dalam memperluas akses layanan kesehatan. Program ini pun diharapkan menjadi penyemangat bagi setiap individu untuk lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri dan keluarga, utamanya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan. Baik dengan tes genetik personal untuk kesehatan optimal bersama GENME Life melalui KALGen Innolab, maupun stem cell dan secrotome melalui Regenic Stem Cell by Kalbe.














