Erick Thohir Targetkan Indonesia Raih 4 Emas di Asian Games 2026, Ini Alasannya

Erick Thohir Targetkan Indonesia Raih 4 Emas di Asian Games 2026, Ini Alasannya

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menetapkan target realistis bagi kontingen Indonesia pada Asian Games 2026, yakni meraih empat medali emas. Target tersebut lebih rendah dibandingkan pencapaian tujuh medali emas pada Asian Games 2022.

Menurut Erick, penyesuaian target dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi anggaran pemerintah, perubahan nomor pertandingan, hingga strategi pembinaan atlet nasional.

Anggaran Kemenpora Turun Drastis

Erick mengungkapkan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2026 hanya sekitar Rp1,15 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata anggaran sekitar Rp2,6 triliun dalam satu dekade terakhir.

Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp270 miliar juga masih dalam status diblokir sehingga belum dapat dimanfaatkan untuk program pembinaan.

“Sekarang anggaran Pelatnas juga sangat rinci. Bahkan jumlah atlet setiap cabang olahraga ditentukan satu per satu. Atlet prioritas langsung dibiayai, sementara yang lain harus menunggu pencairan anggaran,” ujar Erick kepada wartawan di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Kondisi tersebut membuat pemerintah memfokuskan dukungan kepada atlet-atlet yang dinilai memiliki peluang terbesar meraih prestasi di level internasional.

Target Diturunkan Menjadi Empat Emas

Dengan keterbatasan anggaran yang tersedia, Erick menilai target empat medali emas merupakan sasaran paling realistis bagi Indonesia di Aichi-Nagoya.

“Saya sudah sampaikan bahwa target realistis kami saat ini adalah empat medali emas, bukan tujuh,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap berharap kontingen Merah Putih mampu melampaui target tersebut apabila sejumlah cabang olahraga unggulan tampil di luar ekspektasi.

Tiga Nomor Emas Tak Lagi Dipertandingkan

Selain faktor anggaran, Erick menjelaskan penurunan target juga dipengaruhi perubahan nomor pertandingan pada Asian Games 2026.

Menurutnya, terdapat tiga nomor yang menjadi penyumbang medali emas Indonesia pada edisi sebelumnya, namun tidak lagi dipertandingkan di Aichi-Nagoya.

“Ya kompleks, karena memang dari tujuh emas waktu itu ada tiga yang tidak dimainkan. Tetapi kami berharap kalau bisa tetap tujuh. Makanya waktu itu kita menambah porsi beberapa cabang olahraga unggulan supaya dilebarkan, siapa tahu ada yang memberikan emas tambahan,” katanya.

Pembinaan Atlet Pelapis Tetap Harus Berjalan

Erick mengakui kebijakan efisiensi anggaran membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan atlet yang masuk program prioritas Pelatnas.

Meski demikian, ia mengingatkan pembinaan atlet pelapis tidak boleh terabaikan karena menjadi bagian penting dalam menjaga regenerasi prestasi olahraga nasional.

“Di dunia olahraga ada atlet yang prioritas dan ada yang menuju prioritas. Yang menuju prioritas ini tidak boleh berhenti, karena yang prioritas nanti akan tua dan berhenti berkarier,” ujar Erick.

Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya menjaga kesinambungan pembinaan atlet meski harus menyesuaikan program dengan kondisi fiskal yang ada.

Visited 1 times, 1 visit(s) today