Film Indonesia Tembus Kompetisi Utama Festival Shanghai 2026

Film Indonesia Tembus Kompetisi Utama Festival Shanghai 2026

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 7 Juni 2026 – 20:12 WIB

Salah satu adegan dalam film 'Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang'. (Foto: Dok. Matta Cinema Production)

Salah satu adegan dalam film ‘Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang’. (Foto: Dok. Matta Cinema Production)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sebuah kabar membanggakan datang dari industri sinema Tanah Air. Sebuah film Indonesia berjudul Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang atau RBMT karya sutradara Ismail Basbeth secara resmi terpilih untuk masuk dalam kompetisi utama ajang festival bergengsi Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.  

Dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (7/6/2026), film RBMT dilaporkan sukses menembus tujuh kategori kompetisi sekaligus di ajang tersebut. Ketujuh kategori tersebut meliputi Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, dan Best Outstanding Artistic.  

“Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami, bisa mewakili Indonesia dalam ajang festival film kelas dunia seperti SIFF,” ungkap Produser film RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto, dengan nada optimistis.  

Cetak Premiere Dunia Setelah Sapa Pasar Asia di Busan

Festival film internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 12-21 Juni 2026 mendatang ini, sekaligus akan menjadi lokasi pemutaran perdana dunia (world premiere) bagi film yang memiliki judul internasional My Own Last Supper tersebut.

Sebelum berhasil menembus layar Shanghai, proyek film RBMT ini sebenarnya sudah terlebih dahulu diluncurkan di ajang Asian Content and Film Market (ACFM) pada gelaran Busan International Film Festival tahun 2025 lalu.  

Secara garis besar, RBMT mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang pria tua keturunan Tionghoa yang harus mengalami trauma psikologis dan politik mendalam akibat identitas etnisnya. Melalui karakter utama tokoh bernama Encek, para penonton nantinya akan diajak untuk memahami lebih dekat mengenai realitas dinamika kehidupan seorang warga Tionghoa di Indonesia.  

“Kami ingin menyentuh dan mengajak penonton agar mampu memahami apa yang terjadi dalam hidup Encek, dalam sebuah cerita tentang trauma generasi yang berhasil diputus oleh seseorang yang berani mengubah nasib diri dan keluarganya,” tutur sang sutradara, Ismail Basbeth.

Untuk diketahui, film ini sendiri merupakan karya fiksi yang diadaptasi langsung dari sebuah novel berjudul sama karangan penulis Wisnu Suryaning Adji.  

Kolaborasi Aktor Senior, Pendatang Baru, hingga Rocky Gerung

Daya tarik lain dari film ini terletak pada jajaran departemen aktingnya. Sejumlah aktor dan aktris senior papan atas Indonesia dipastikan ambil bagian di dalam film tersebut, di antaranya adalah Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Soleiman.  

Tak hanya menjadi panggung bagi para pelaku seni peran kawakan, film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang ini ternyata juga menjadi ajang debut layar lebar bagi dua nama berbakat baru, Jessy Davita dan Nicholas Anderson. Menariknya, film ini turut menampilkan penampilan perdana dari akademisi sekaligus pengamat politik beken, Rocky Gerung.  

Bagi para pencinta sinema di dalam negeri yang sudah tidak sabar untuk menyaksikannya, tidak perlu berkecil hati. Sebab, setelah menyelesaikan rangkaian penayangan resminya di Shanghai International Film Festival, film RBMT ini sudah dijadwalkan untuk diputar secara serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada akhir 2026 mendatang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today