PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 15 Oktober 2025. (Foto: Dok. Garuda Indonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 15 Oktober 2025. Rapat ini diagendakan untuk membahas dan memutuskan perubahan susunan pengurus perseroan, sebuah langkah strategis yang didorong langsung oleh Pemerintah selaku pemegang saham mayoritas.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/10/2025), RUPSLB yang akan diselenggarakan di Gedung Manajemen Garuda, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, ini merupakan tindak lanjut dari usulan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna.
Keputusan ini sejalan dengan ketentuan Anggaran Dasar perseroan dan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 30 September 2025.
Perubahan pengurus kali ini dinilai sangat mendesak, terutama untuk mengisi posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang saat ini lowong. Posisi ini strategis dan krusial mengingat GIAA sedang berada dalam fase penuntasan restrukturisasi fundamental, termasuk rencana penyuntikan modal melalui skema private placement yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Pengisian kursi direktur keuangan menjadi kunci untuk menjamin efektivitas pengelolaan dana triliunan rupiah dari restrukturisasi tersebut.
Sebelumnya, isu perombakan direksi GIAA sempat mencuat di Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bahkan muncul spekulasi mengenai kemungkinan masuknya eksekutif berpengalaman dari maskapai asing, seperti Singapore Airlines. Namun, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Cahyadi Indrananto menegaskan bahwa usulan nama-nama pengurus sepenuhnya berada dalam kewenangan Kementerian BUMN, yang kemudian akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB.
Sebagai informasi, RUPSLB 15 Oktober ini merupakan agenda kedua GIAA di tahun 2025. Pada RUPSLB 30 Juni 2025, Garuda telah melakukan perombakan substansial dengan mengangkat lima direktur dan satu komisaris independen baru, dan memberhentikan dengan hormat enam pejabat lama, termasuk Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sebelumnya.
RUPSLB yang akan datang diharapkan dapat menyempurnakan formasi manajemen untuk memastikan akselerasi penyehatan kinerja dan penguatan struktur permodalan perseroan.














