Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir harus dipandang sebagai gerakan moral dan kompas bagi bangsa, bukan ancaman bagi negara.
“Gerakan aksi mahasiswa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir harus dipandang sebagai bagian dari gerakan moral dan kompas bagi bangsa serta penyelenggara negara,” ujar Brian dalam keterangan resmi, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional yang dijamin UUD 1945, sekaligus wujud kebebasan berpikir, berpendapat, dan berkumpul.
Suara Mahasiswa Sebagai Pengingat
Brian menekankan suara mahasiswa menjadi pengingat agar penyelenggara negara menjalankan pemerintahan dengan kepekaan, empati, dan kesediaan melakukan koreksi jika ada kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat.
“Kemdiktisaintek meyakini suara mahasiswa adalah pengingat bagi semua pihak untuk menjalankan pemerintahan dengan kepekaan, empati terhadap persoalan rakyat, serta kemauan melakukan koreksi atas kebijakan yang belum sejalan dengan pemajuan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Sejak 25 Agustus 2025, Kemdiktisaintek mengaku memberi perhatian penuh pada kebebasan mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi, baik terkait dinamika di DPR maupun tuntutan keadilan atas korban demonstrasi.
“Kami berada dalam satu tarikan nafas dengan gerakan mahasiswa yang konsisten memperjuangkan keadilan,” tambahnya.
Tolak Penjarahan, Jaga Marwah Gerakan
Meski begitu, Mendiktisaintek menyatakan prihatin atas munculnya aksi penjarahan dan provokasi destruktif yang mencoreng gerakan mahasiswa.
“Pada saat yang sama, saya prihatin sekaligus mengutuk keras penjarahan dan provokasi destruktif yang merusak kohesi sosial serta mengganggu ketenangan publik,” tegasnya.
Ia menekankan keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas, dengan penyampaian aspirasi berlangsung di ruang aman, khususnya lingkungan kampus, agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ajak Pimpinan Kampus Buka Dialog
Brian juga mengajak seluruh mahasiswa menjaga marwah gerakan dengan damai, serta mendorong pimpinan perguruan tinggi membuka ruang dialog.
“Saya mengajak para pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung, dan menjadikan kampus sebagai contoh terbaik dalam merawat demokrasi yang sehat dan bermartabat, dengan selalu mengedepankan dialog dan langkah persuasif,” tutupnya.










