GoTo Buka Suara soal Investor Desak Patrick Walujo Mundur

GoTo Buka Suara soal Investor Desak Patrick Walujo Mundur

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 15 November 2025 – 10:56 WIB

GoTo capai laba sebelum pajak yang disesuaikan (Adjusted Pre-Tax Profit) pertama di kuartal III-2025 sebesar Rp62 Miliar dan menaikkan panduan EBITDA setahun penuh. (Foto: Dok. GoTo)

GoTo capai laba sebelum pajak yang disesuaikan (Adjusted Pre-Tax Profit) pertama di kuartal III-2025 sebesar Rp62 Miliar dan menaikkan panduan EBITDA setahun penuh. (Foto: Dok. GoTo)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sejumlah pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikabarkan mendesak Patrick Walujo untuk mundur dari posisi CEO. Upaya itu dilakukan untuk memuluskan penggabungan usaha atau merger antara GOTO dengan Grab.

Adapun, GOTO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025. Namun, tidak ada keterangan rinci terkait acara RUPSLB yang akan digelar.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo, RA Koesoemohadiani, menyebut bahwa rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tidak terkait dengan tindakan korporasi apapun.

“Penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran,” ujar Koesoemohadiani dikutip dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Sabtu (15/11/2025).

Koesoemohadiani mengatakan, agenda RUPSLB akan disampaikan oleh perseroan pada tanggal 25 November 2025 setelah dilakukan proses penelaahan secara menyeluruh oleh jajaran direksi, dewan komisaris, serta komite-komite terkait perseroan.

“Direktur utama, direksi, dan manajemen terus berkomitmen penuh untuk bertindak secara profesional serta mengutamakan kepentingan Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Koesoemohadiani.

Sebelumnya, Di tengah riuhnya rencana penggabungan alias merger PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan Grab, beredar informasi tentang pergantian pucuk pimpinan GOTO. Bisa jadi, sebab posisi Patrick Walujo sebagai Direktur Utama (Dirut) GOTO, tinggal sebulan lagi.

Jika tak ada aral, Patrick diganti saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diagendakan pada 17 Desember 2025. Sedangkan penyampaian agenda RUPSLB ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada 25 November 2025.

Informasinya, pelengseran Patrick ini, mendapat restu dari 3 investor kakap di GOTO. Paling tidak ada dua alasan, karena Patrick gagal mendongkrak performa perseroan. Nilai pasar GOTO terjun bebas lebih dari 40 persen. Kedua, alasannya lebih krusial karena Patrick dinilai menolak keras rencana merger GOTO dengan Grab.

“SoftBank Group Corp, Provident Capital Partners dan Peak XV, merupakan kelompok investor besar Grup GOTO, berupaya mengganti CEO Patrick Walujo,” mengutip sumber Bloomberg, Selasa (11/11/2025).

Topik
Komentar

Visited 6 times, 1 visit(s) today