Seorang guru membagikan makanan kepada siswa saat pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Delod Peken, Tabanan, Bali, Senin (8/9/2025). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ada kabar baik bagi guru yang berkenan ditunjuk sebagai penanggung jawab Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Ada insentif Rp100 ribu yang cari 10 hari sekali. Ketentuan tertuang dalam Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 5 Tahun 2025.
“Mekanisme pelaksanaan dan pertanggungjawaban dana wajib mengikuti ketentuan yang berlaku. Kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar melaksanakan dan mengawasi pemberian insentif kepada setiap guru yang telah ditunjuk,” kata Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang, di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Dijelaskan, sumber dana insentif diambil dari biaya operasional SPPG di sekolah penerima manfaat MBG. Menurut Nanik, apresiasi seperti ini penting karena guru punya peran vital, bukan hanya mendampingi siswa, tetapi juga menjadi penggerak pola makan sehat dan perilaku hidup bersih di lingkungan sekolah. Harapannya, guru yang dapat insentif ke depan mampu memastikan makanan sampai ke siswa sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah.
Nanik mengingatkan, insentif Rp100 ribu per 10 hari bukan hanya tambahan finansial, melainkan juga dorongan agar para guru lebih optimal menjalankan peran strategisnya dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Pemberian insentif ini bukan sekadar kompensasi finansial, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi guru dalam mendukung keberhasilan program,” ujarnya.
SE BGN juga mewajibkan sekolah menunjuk 1–3 guru sebagai penanggung jawab distribusi makanan. Kepala sekolah diberi kewenangan menetapkan nama, dengan prioritas kepada guru bantu dan honorer, serta menerapkan sistem rotasi harian agar tugas lebih merata. Kebijakan ini diharapkan mampu memotivasi guru, sebab kunci keberhasilan MBG terletak pada kelancaran distribusi makanan dan pengawasan di sekolah.














