Hamas Diam-diam Bertemu Board of Peace: Ultimatum Rafah dan Nasib Damai Gaza

Hamas Diam-diam Bertemu Board of Peace: Ultimatum Rafah dan Nasib Damai Gaza

Ikhsan Medium.jpeg

Kamis, 19 Maret 2026 – 01:38 WIB

Ilustrasi pejuang Hamas di Jalur Gaza, Palestina. (Foto: WAFA)

Ilustrasi pejuang Hamas di Jalur Gaza, Palestina. (Foto: WAFA)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di tengah kebuntuan politik dan dentum meriam yang tak kunjung reda, sebuah pertemuan krusial terjadi di lokasi rahasia kawasan Timur Tengah. Kelompok pejuang Palestina, Hamas, dilaporkan telah melangsungkan pembicaraan perdana dengan Board of Peace (BoP), badan internasional bentukan Amerika Serikat (AS) di bawah inisiatif Donald Trump.

Langkah ini diambil saat rencana besar rekonstruksi Gaza berada di titik nadir. Ketegangan antara Israel dan Iran, ditambah serangan tanpa henti di wilayah kantong tersebut, membuat peta jalan damai yang disusun Washington goyah.

Ultimatum Rafah: Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Mengutip laporan Reuters, Rabu (18/3/2026), fokus utama diskusi ini adalah menyelamatkan elemen-elemen kunci inisiatif Trump, termasuk gencatan senjata jangka panjang dan program pembangunan kembali Gaza. Namun, Hamas datang bukan tanpa syarat.

Hamas melayangkan ultimatum keras: buka kembali pintu perbatasan Rafah. Sebagaimana diketahui, akses vital di perbatasan Mesir itu dikunci rapat oleh Israel pasca-serangan udara terhadap Iran.

“Jika Rafah tetap tertutup dan akses kemanusiaan tidak dipulihkan, kami bisa saja meninggalkan kesepakatan gencatan senjata,” tegas perwakilan Hamas dalam pertemuan tersebut.

Ironi Gencatan Senjata: Korban Terus Berjatuhan

Meski secara formal gencatan senjata telah disepakati sejak Oktober lalu untuk mengakhiri perang dua tahun, kenyataan di lapangan berkata lain. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terpantau masih rutin melancarkan serangan mematikan.

Data terbaru mencatat tragedi memilukan:

  • Serangan Minggu Terakhir: 12 orang tewas, termasuk anak-anak.
  • Total Korban Pasca-Gencatan Senjata: Melampaui 600 jiwa.
  • Total Angka Kematian Global di Gaza: Menembus angka 72.000 jiwa sejak 7 Oktober 2023.

Blokade total yang membatasi pasokan pangan, bahan bakar, dan medis kini menyeret pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke panggung internasional dengan tuduhan genosida.

Menakar Taji Board of Peace

Board of Peace sendiri adalah pertaruhan besar Donald Trump. Dibentuk pada Januari 2026, lembaga ini diisi oleh deretan tokoh bisnis global dan pejabat lintas negara. Targetnya ambisius:

  • Dana Rekonstruksi: Menyiapkan US$7 miliar (sekitar Rp110 triliun) untuk membangun kembali Gaza yang luluh lantak.
  • Pasukan Keamanan: Mengerahkan ribuan personel polisi internasional untuk stabilitas wilayah.

Namun, kredibilitas BoP kini dipertanyakan. Absennya representasi politik resmi Palestina dan kemarahan negara-negara Muslim atas pemboman AS-Israel terhadap Iran membuat aktivitas dewan ini sempat lumpuh.

Saat ini, lebih dari 24 negara telah bergabung, meski negara-negara Barat masih tampak ragu. Sementara itu, Rusia memilih posisi ‘menunggu dan melihat’ sambil mendalami proposal yang ada.

Di tengah tarik-ulur kepentingan global ini, nasib jutaan warga Gaza kini bergantung pada apakah diplomasi di meja bundar mampu menghentikan mesiu di medan perang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 4 times, 1 visit(s) today